MotoGP Resmi Hapus Slot Wildcard Mulai 2027, Tutup Peluang Pembalap Legenda?

AKURAT.CO, Komisi Grand Prix secara resmi mengumumkan perombakan besar-besaran pada regulasi MotoGP. Salah satu poin paling krusial adalah penghapusan status pembalap wildcard mulai musim 2027.
Keputusan ini diambil setelah serangkaian pertemuan intensif sepanjang Maret hingga April 2026.
Langkah ini menandai berakhirnya era di mana pabrikan MotoGP bisa menurunkan pembalap penguji atau sosok legendaris untuk tampil dalam seri tertentu sebagai tamu.
Kebijakan baru ini akan berlaku untuk seluruh pabrikan tanpa terkecuali, terlepas dari status konsesi yang mereka miliki.
Federasi Balap Motor Internasional (FIM) menegaskan bahwa mulai 2027, pintu bagi pembalap wildcard akan tertutup rapat.
"Wildcard di kelas MotoGP tidak akan diizinkan lagi mulai musim 2027 dan seterusnya. Ini berlaku untuk semua pabrikan, apa pun peringkat konsesi mereka,” bunyi pernyataan resmi FIM dikutip Motorsport, Sabtu (2/5/2026).
Keputusan ini secara tidak langsung memaksa legenda seperti Dani Pedrosa untuk benar-benar pensiun dari grid balapan.
Meski Pedrosa sempat menyatakan tidak akan membalap lagi, publik sebelumnya masih berharap bisa melihat aksi Little Spaniard tersebut sebagai pembalap tamu KTM.
Pasalnya, mulai 2027, para pembalap penguji hanya bisa turun ke lintasan balap jika berstatus sebagai pembalap pengganti (replacement rider) untuk menggantikan pembalap utama yang cedera.
Larangan Motor 850cc di Musim 2026
Selain penghapusan wildcard, Komisi Grand Prix juga mengeluarkan larangan keras terkait transisi mesin ke 850cc.
FIM menegaskan bahwa tidak ada pabrikan yang boleh mencuri start dengan menguji coba prototipe mesin 2027 pada musim balap 2026 melalui jalur wildcard.
"Pendaftaran wildcard MotoGP 2026 tidak diizinkan menggunakan mesin spesifikasi 850cc tahun 2027. Peraturan ini berlaku efektif segera," tambah FIM.
Langkah ini diambil untuk menjaga keadilan kompetisi agar tidak ada pabrikan yang mendapatkan data lebih awal dalam kondisi balapan nyata sebelum regulasi teknis baru resmi diberlakukan.
Di sisi lain, Komisi Grand Prix juga mengambil keputusan untuk tetap mempertahankan sistem pemantauan tekanan ban (Tyre Pressure Monitoring System) untuk musim depan.
Kabar ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya sempat beredar rumor bahwa sistem kontroversial ini akan dihapus seiring dengan kedatangan Pirelli sebagai pemasok ban baru.
Keputusan-keputusan besar ini ditetapkan oleh para petinggi balap motor, mulai dari Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna), Jorge Viegas (Presiden FIM), hingga jajaran direktur teknis lainnya.
Perubahan regulasi ini diprediksi akan mengubah peta strategi pengembangan motor tiap pabrikan, di mana peran pembalap penguji kini akan murni terfokus pada lintasan tes pribadi tanpa adanya intervensi atmosfer balapan sebagai wildcard.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







