Akurat

Tuntutan Rakyat Ada 17+8, Begini Jabaran dari Jerome Polin

Sri Agustina | 1 September 2025, 18:54 WIB
Tuntutan Rakyat Ada 17+8, Begini Jabaran dari Jerome Polin

AKURAT.CO, YouTuber Jerome Polin belakangan juga turut mendapatkan atensi dari netizen sebab serangkaian aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia.

Jerome bahkan sempat mengunggah tangkapan layar yang berisikan ajakan untuk membuat campaign perdamaian dengan bayaran hampir Rp150 juta.

Baca Juga: Jerome Polin Hingga Tiara Andini Rasakan Konser AURORA Dalam Game Sky: Children of the Light 

Kini muncul tuntutan rakyat sejumlah 17+8, Jerome menyebut bahwa tuntutan rakyat tersebut merupakan hasil penggabungan dari berbagai desakan publik yang beredar dalam beberapa hari terakhir.

Rangkuman itu bersumber dari “Tuntutan 7 Hari” oleh akun @salsaer, @jeromepolin, dan @cherylmarella, serta masukan dari jutaan komentar warganet di Instagram.

Selain itu, tuntutan tersebut juga merujuk pada desakan 211 organisasi masyarakat sipil yang dipublikasikan melalui situs YLBHI, siaran pers Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), serta pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Magister Kenotariatan UI dan Center for Environmental Law & Climate Justice UI.

Jerome juga mencatat poin-poin dari aksi demo buruh 28 Agustus 2025, serta petisi 12 Tuntutan Rakyat Menuju Reformasi Transparansi & Keadilan oleh Reformasi Indonesia di Change.org, yang sudah mendapat lebih dari 40.000 tanda tangan.

17 Tuntutan dengan Deadline 5 September 2025

Berikut 17 tuntutan rakyat yang diarahkan kepada berbagai lembaga negara dan pemerintahan:

Tugas Presiden Prabowo

1. Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.

2. Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, maupun semua korban kekerasan aparat selama demonstrasi 28-30 Agustus dengan mandat jelas dan transparan.

Tugas Dewan Perwakilan Rakyat

3. Bekukan kenaikan gaji tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru (termasuk pensiun).

4. Publikasikan transparansi anggaran (gaji, tunjangan, rumah, fasilitas DPR).

5. Dorong Badan Kehormatan DPR untuk memeriksa anggota yang bermasalah (termasuk selidiki melalui KPK).

Tugas Ketua Umum Partai Politik

6. Pecat atau jatuhkan sanksi tegas kepada kader DPR yang tidak etis dan memicu kemarahan publik

7. Umumkan komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.

8. Libatkan kader dalam ruang dialog publik bersama mahasiswa serta masyarakat sipil.

Tugas Kepolisian Republik Indonesia

9. Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan.

10. Hentikan tindakan kekerasan polisi dan taati SOP pengendalian massa yang sudah tersedia.

11. Tangkap dan proses hukum secara transparan anggota dan komandan yang melakukan dan memerintahkan tindakan kekerasan dan melanggar HAM.

Tugas TNI (Tentara Nasional Indonesia)

12. Segera kembali ke barak, hentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.

13. Tegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.

14. Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.

Tugas Kementerian Sektor Ekonomi

15. Pastikan upah layak untuk seluruh angkatan kerja (termasuk namun tidak terbatas pada guru, buruh, nakes, dan mitra ojol) di seluruh Indonesia.

16. Ambil langkah darurat untuk mencegah PHK massal dan lindungi buruh kontrak.

17. Buka dialog dengan serikat buruh untuk solusi upah minimum dan outsourcing.

8 Tuntutan Tambahan dengan Deadline 31 Agustus 2025.

Baca Juga: Heboh, Ini Deretan Kutukan Jerome Polin yang Dituding Jadi Penyebab Kekalahan Timnas Indonesia Vs Uzbekistan U-23 di Piala Asia

Selain itu, terdapat 8 tuntutan tambahan yang dianggap mendesak untuk segera dipenuhi pemerintah dan DPR:

1. Bersihkan dan Reformasi DPR Besar-Besaran

Lakukan audit independen yang diumumkan ke publik. Tinggikan standar prasyarat anggota DPR (tolak mantan koruptor) dan tetapkan KPI untuk evaluasi kinerja. Hapuskan perlakuan istimewa: pensiun seumur hidup, transportasi dan pengawalan khusus, dan pajak ditanggung APBN.

2. Reformasi Partai Politik dan Kuatkan Pengawasan Eksekutif

Partai politik harus mempublikasikan laporan keuangan pertama mereka dalam tahun ini, dan DPR harus memastikan oposisi berfungsi sebagai mana mestinya.

3. Susun Rencana Reformasi Perpajakan yang Lebih Adil

Pertimbangkan kembali keseimbangan transfer APBN dari pusat ke daerah; batalkan rencana kenaikan pajak yang memberatkan rakyat dan susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil.

4. Sahkan dan Tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor

DPR harus segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dalam masa sidang tahun ini untuk menunjukkan komitmen serius memberantas korupsi, diiringi dengan penguatan independensi KPK dan UU Tipikor.

5. Reformasi Kepemimpinan dan Sistem di Kepolisian agar Profesional dan Humanis

DPR harus merevisi UU Kepolisian. Desentralisasi fungsi polisi: ketertiban umum, keamanan, dan lalu lintas dalam 12 bulan sebagai langkah awal.

6. TNI Kembali ke Barak, Tanpa Pengecualian

Pemerintah harus mencabut mandat TNI dari proyek sipil seperti pertanian skala besar (food estate) tahun ini, dan DPR harus mulai revisi UU TNI.

7. Perkuat Komnas HAM dan Lembaga Pengawas Independen

DPR harus merevisi UU Komnas HAM untuk memperluas kewenangannya terhadap kebebasan berekspresi. Presiden harus memperkuat Ombudsman serta Kompolnas.

8. Tinjau Ulang Kebijakan Sektor Ekonomi & Ketenagakerjaan

Tinjau serius kebijakan PSN & prioritas ekonomi dengan melindungi hak masyarakat adat dan lingkungan. Evaluasi UU Ciptakerja yang memberatkan rakyat khususnya buruh, evaluasi audit tata kelola Danantara dan BUMN.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R