Akurat

Zelensky Tantang Putin Negosiasi, Desak AS Tekan Moskow Lebih Keras

Fitra Iskandar | 27 Februari 2026, 14:15 WIB
Zelensky Tantang Putin Negosiasi, Desak AS Tekan Moskow Lebih Keras
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: EPA

AKURAT.CO Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan siap bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membuka jalan perundingan damai. Dalam wawancara luas dengan Sky News, Zelensky menegaskan akan melakukan apa pun untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Ia menilai Amerika Serikat memiliki kekuatan besar untuk menghentikan perang, namun perlu meningkatkan tekanan terhadap Moskow. “Amerika Serikat bahkan lebih kuat dari yang mereka pikirkan. Mereka benar-benar memiliki pengaruh terhadap Putin. Mereka bisa menghentikan perang ini,” ujarnya.

Zelensky mendesak Washington memperketat sanksi, termasuk terhadap keluarga para pemimpin Rusia, serta memasok senjata yang lebih canggih ke Ukraina. Menurutnya, tekanan tambahan akan memaksa Moskow untuk serius dalam negosiasi.

Ada “Jendela Waktu” Menuju Perdamaian

Zelensky menilai ada peluang mencapai kesepakatan damai sebelum pemilu paruh waktu AS pada November mendatang. Ia menyebut periode beberapa bulan ke depan sebagai “jendela waktu” penting.

“Sekarang saya pikir kita punya kesempatan. Itu tergantung pada bulan-bulan ini, apakah kita bisa mengakhiri perang sebelum musim gugur, sebelum pemilu penting di Amerika Serikat,” katanya.

Kondisi Berat di Dalam Negeri

Wawancara dilakukan di kompleks kepresidenan di Kyiv. Zelensky menggambarkan tekanan berat yang dihadapi negaranya, termasuk pemadaman listrik bergilir dan wilayah yang harus bertahan dalam suhu hingga minus 40 derajat Celsius tanpa pemanas yang memadai.

Ketika ditanya apakah Ukraina bisa memenangkan perang, jawabannya tidak tegas. Ia mengatakan kemenangan sulit diukur, terutama terkait upaya merebut kembali seluruh wilayah yang diduduki Rusia.

“Untuk merebut kembali semua wilayah saat ini sangat sulit dan akan memakan banyak korban jiwa,” ujarnya. Namun, ia menambahkan bahwa Rusia juga tidak mampu meraih kemenangan penuh di medan perang. “Mereka tidak menang, dan kami tidak kalah,” katanya.

Garis Merah: Sloviansk dan Kramatorsk

Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan kota benteng seperti Sloviansk dan Kramatorsk. Ia menyebut penarikan pasukan dari wilayah tersebut sebagai garis merah.

“Itu wilayah kami. Mengapa kami harus mundur dari tanah kami sendiri?” tegasnya.

Ia juga memperingatkan risiko bagi sekitar 200.000 warga yang masih tinggal di wilayah tersebut jika kota itu jatuh ke tangan Rusia. Menurutnya, warga bisa dipaksa menerima kewarganegaraan Rusia, dikirim ke garis depan, atau dipenjara.

Hubungan dengan Trump

Zelensky juga menyinggung hubungannya dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Ia mengakui hubungan tersebut “tidak sederhana”, namun menekankan bahwa kemitraan Ukraina dengan Amerika Serikat tidak bergantung pada individu tertentu.

Perang antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut tanpa tanda-tanda berakhir, sementara upaya diplomatik terus diupayakan di tengah tekanan militer dan politik yang semakin besar.

Sumber: Sky News

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.