Akurat Logo

Ketika UMKM Indonesia Mulai Beralih dari Paket Kecil

Yusuf Tirtayasa | 18 September 2026, 20:45 WIB
Ketika UMKM Indonesia Mulai Beralih dari Paket Kecil
Sekitar 40 persen pelanggan DHL Express Indonesia berasal dari segmen UMKM

AKURAT.CO Perubahan pola kiriman menunjukkan sebagian pelaku usaha Indonesia tidak lagi sekadar mencoba pasar luar negeri. Tantangan berikutnya adalah menjaga pasokan saat pesanan, ukuran barang, dan tuntutan pembeli terus meningkat.

Selama bertahun-tahun, gambaran ekspor UMKM identik dengan satu atau dua paket kecil yang dikirim kepada pembeli di luar negeri. Kini pola itu mulai berubah. DHL Express Indonesia melihat semakin banyak bisnis bergerak menuju pengiriman dengan volume lebih besar dan nilai lebih tinggi.

Perubahan tersebut penting karena menunjukkan tahap yang berbeda dalam perjalanan usaha. Mengirim sampel adalah upaya membuka pasar.

Mengirim barang dalam jumlah besar berarti penjual telah menghadapi tuntutan pasokan, jadwal, dan kualitas yang harus dijaga berulang kali. Pada tahap ini, ekspor tidak lagi menjadi percobaan. Ia masuk ke dalam operasi harian perusahaan.

Sekitar 40 persen pelanggan DHL Express Indonesia berasal dari segmen UMKM. Basis pelanggan ini memberi gambaran tentang kebutuhan yang berkembang di lapangan, mulai dari paket kecil hingga kargo yang lebih berat.

“Kita melihat pergeseran yang jelas. Dari pengiriman skala kecil ke volume besar. Ini menunjukkan bahwa bisnis Indonesia tidak hanya masuk ke pasar global, tetapi mulai berkembang di dalamnya,” kata Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia.

Pergeseran itu berlangsung ketika prospek perdagangan kawasan menguat. DHL Trade Atlas 2025 memproyeksikan Indonesia masuk 30 besar dunia untuk kecepatan sekaligus skala pertumbuhan perdagangan pada 2024-2029. Hanya empat negara yang masuk kelompok tersebut: India, Vietnam, Indonesia, dan Filipina.

Pesanan Besar Membawa Masalah Baru

Kenaikan volume biasanya disambut sebagai kabar baik. Namun, pesanan besar mengubah hampir seluruh perhitungan. Pelaku usaha membutuhkan bahan baku lebih banyak, jadwal produksi lebih ketat, modal kerja lebih besar, dan kepastian pengiriman yang lebih tinggi.

Kesalahan yang masih dapat ditoleransi pada satu paket bisa menjadi mahal ketika menyangkut puluhan koli atau komponen untuk kegiatan produksi.

Pada bisnis manufaktur, farmasi, teknologi, otomotif, serta minyak dan gas, barang yang dikirim tidak selalu berupa produk jadi. Isinya dapat berupa mesin, komponen pengganti, alat bernilai tinggi, atau bahan yang dibutuhkan segera. Keterlambatan satu kiriman dapat menahan proses di lokasi tujuan.

DHL Express memperluas portofolionya melalui Heavy Weight Express, layanan udara ekspres untuk kiriman hingga 1.000 kilogram per koli dan 3.000 kilogram per pengiriman.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.