Akurat Logo

Program Elektrifikasi Ciptakan Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok

Moehamad Dheny Permana | 18 September 2026, 20:47 WIB
Program Elektrifikasi Ciptakan Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok
Pemerintah targetkan pencapaian rasio elektrifikasi hingga seratus persen pada 2029. - Foto: Kementerian ESDM

AKURAT.CO Program elektrifikasi yang dijalankan pemerintah lebih dari sekedar ketersediaan penerangan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan, program ini membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Program elektrifikasi turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga, bahkan turut mengurangi biaya konsumsi untuk bahan bakar untuk penerangan.

"Kehadiran listrik mendorong rumah tangga beralih dari sumber energi seperti minyak tanah dan kayu bakar. Sehingga mengurangi biaya yang selama ini mereka keluarkan untuk membeli bahan bakar tersebut," ujar Qodari, dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

"Selain itu, listrik memungkinkan rumah tangga beraktivitas lebih lama dan lebih produktif, termasuk menjalankan usaha pada malam hari," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Terima Jajaran Perusahaan TVS Asal India, Siap Perluas Investasi dan Kembangkan Motor Listrik

Program elektrifikasi dicanangkan pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025-2029.

Targetnya, 770.000 rumah tangga di 10.068 lokasi di 36 provinsi teraliri listrik. Saat ini sudah berhasil menghadirkan akses listrik di 1.516 lokasi atau sekitar 15 persen dari target.

Qodari mengatakan, program elektrifikasi memantik aktivitas ekonomi pedesaan yang memungkinkan usaha berjalan lebih lama, mendukung peralatan usaha, hingga mendukung proses produksi pertanian dan perikanan.

Karena itu, pemerintah berharap dampak aliran listrik dapat dirasakan langsung oleh industri kecil dan usaha mikro masyarakat di pelosok daerah.

"Hadirnya listrik di desa turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Dampak tersebut tercermin pada perkembangan kegiatan ekonomi desa, antara lain industri kecil dan mikro, toko kelontong, rumah makan, koperasi, serta peningkatan aktivitas ketenagakerjaan," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.