Rahasia Nama Cing Cangkeling, Kopi Mandalagiri dari Roemah Koffie

AKURAT.CO Ada alasan mengapa kopi dari Mandalagiri, Garut, diberi nama Cing Cangkeling. Nama tersebut bukan sekadar identitas produk.
Roemah Koffie mengambilnya dari lagu tradisional Jawa Barat yang dikaitkan dengan ungkapan Sunda "cing cicing, kade eling".
Ungkapan tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk berhenti sejenak, berpikir, dan menenangkan diri.
Makna itu kemudian diterjemahkan Roemah Koffie melalui pengalaman menikmati kopi. Cing Cangkeling dirancang bukan hanya untuk menawarkan karakter rasa, tetapi juga membawa konsumen mengenal daerah asal dan cerita di balik biji kopi.
Baca Juga: Yellow Bourbon Mandalagiri, Kopi Keluarga yang Masuk Roemah Koffie
Cing Cangkeling merupakan single origin dari Mandalagiri, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang dikembangkan dari kebun keluarga petani setempat.
CEO Roemah Koffie, Felix TJ mengatakan setiap kopi memiliki cerita yang berkaitan dengan daerah dan orang-orang yang berada di balik proses produksinya.
"Bagi kami, setiap kopi memiliki cerita. Melalui Cing Cangkeling, kami ingin membawa cerita dari Mandalagiri ke dalam setiap cangkir," ujar Felix saat peluncuran Cing Cangkeling di Roemah Koffie Gunawarman.
Identitas budaya tersebut kemudian dipertemukan dengan karakter kopi yang cukup spesifik.
Cing Cangkeling menggunakan varietas Yellow Bourbon yang ditanam pada ketinggian sekitar 1.500-1.600 mdpl.
Baca Juga: Roemah Koffie Bakal Rilis Produk Baru Bulan Depan
Biji kopi tersebut diproses menggunakan metode Classic Natural. Hasilnya memiliki profil rasa yang disebut menampilkan stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Dengan profil Espresso Roast, Cing Cangkeling dapat disajikan dalam beberapa pilihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 8Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






