Akurat Logo

Yellow Bourbon Mandalagiri, Kopi Keluarga yang Masuk Roemah Koffie

Andi Syafriadi | 18 September 2026, 19:16 WIB
Yellow Bourbon Mandalagiri, Kopi Keluarga yang Masuk Roemah Koffie
CEO Roemah Koffie, Felix TJ - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Perjalanan secangkir kopi tidak selalu dimulai dari kedai. Untuk Cing Cangkeling, perjalanan itu berawal dari kebun keluarga di Mandalagiri, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang dirawat Roby Siswanda.

Kopi single origin tersebut kini diperkenalkan lebih luas oleh Roemah Koffie, Member of RAI (Royal Agro Industri). Cing Cangkeling dikembangkan dari kopi yang ditanam di kebun keluarga Roby sebelum kemudian diolah melalui proses pascapanen yang ia pelajari secara mandiri.

Pada peluncuran Cing Cangkeling di Roemah Koffie Gunawarman, Jakarta, CEO Roemah Koffie, Felix TJ hadir bersama Roby untuk menceritakan perjalanan kopi tersebut dari kebun hingga menjadi produk siap dinikmati konsumen.

Baca Juga: Roemah Koffie Bakal Rilis Produk Baru Bulan Depan

"Bagi keluarga kami, kebun ini telah menjadi bagian dari perjalanan yang panjang. Senang rasanya bisa bertemu dengan Roemah Koffie karena perjalanan panjang kopi ini sekarang dapat dikenal lebih luas, bukan hanya dari rasanya, tetapi juga dari cerita di baliknya, bahkan tempat asalnya," ujar Roby.

Belajar Mengolah Kopi dari Kebun Sendiri

Potensi kopi yang dihasilkan dari kebun keluarganya mendorong Roby mempelajari coffee processing secara mandiri.

Ia kemudian mengembangkan sejumlah metode pengolahan, di antaranya Red Anaerob dan Classic Natural.

Roemah Koffie melihat potensi dari kopi Mandalagiri sekaligus proses yang dikembangkan Roby. Kolaborasi pun dilakukan untuk membawa kopi tersebut ke konsumen yang lebih luas.

Felix mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Roemah Koffie mempertemukan potensi kopi dari daerah asal dengan konsumen.

Baca Juga: EKSKLUSIF, CEO Roemah Koffie: Angkat Kopi Nusantara dan Pemberdayaan Petani Indonesia

"Bagi kami, setiap kopi memiliki cerita. Melalui Cing Cangkeling, kami ingin membawa cerita dari Mandalagiri ke dalam setiap cangkir, sehingga konsumen tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga mengenal daerah asal, karakter kopi, dan manusia yang telah merawat serta mengembangkannya," kata Felix.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari filosofi "Bean to Heart" yang diusung Roemah Koffie.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.