Sejarah dan Arti Warna Bendera Buddhis, Selalu Dipakai Saat Hari Raya Waisak

AKURAT.CO Hari Raya Waisak 2024 jatuh pada hari ini, Kamis (23/5/2024).
Salah satu simbol keagamaan yang digunakan selama Hari Raya Waisak adalah Bendera Buddhis.
Bendera ini memiliki desain dengan garis-garis dalam kombinasi warna biru, kuning, merah, putih, dan jingga.
Sehubungan dengan itu, berikut sejarah dan arti warna Bendera Buddhist.
Sejarah Bendera Buddhist
Bendera Buddhist iciptakan bersama oleh JR de Silva dan Kolonel Henry S. Olcott untuk menandai kebangkitan agama Buddha di Ceylon pada tahun 1880.
Kolonel Olcott adalah seorang penganut Buddha terkemuka di Amerika yang mengabdikan sisa hidupnya untuk masyarakat Asia.
Ia dikenal sebagai bapak gerakan pendidikan Buddhis, setelah memprakarsai pendirian hampir 400 sekolah dan perguruan tinggi Buddhis di Sri Lanka.
Bendera buddhist diakui sebagai Bendera Buddha Internasional oleh Kongres Buddha Dunia pada tahun 1952.
Baca Juga: 30 Ucapan Hari Raya Waisak 2024, Singkat dan Penuh Makna Cocok Jadi Caption di Media Sosial!
Kolonel Olcott mendesain bendera ini berdasarkan enam warna aura yang dia percayai bersinar di sekitar kepala Sang Buddha setelah Pencerahan.
Lima garis pertama bendera terdiri dari warna biru, kuning, merah, putih, dan jingga.
Warna keenam adalah gabungan dari kelima warna tersebut, tetapi dalam desainnya warna-warna ini dipisahkan.
Kelima warna pada Bendera Buddhis melambangkan kombinasi dari kelima elemen yang telah disebutkan.
Gabungan kelima warna ini dikenal dengan istilah "Prabhasvara", yang berarti bersinar sangat terang atau cemerlang.
Bendera ini kemudian menjadi simbol persatuan umat Buddha dan digunakan di hampir 60 negara selama perayaan keagamaan, terutama pada Hari Waisak.
Arti warna Bendera Buddhist
Warna-warna pada bendera Buddhis diambil dari warna aura tubuh Sang Buddha, yang meliputi:
- Warna biru, yang berasal dari warna rambut Buddha, melambangkan bakti atau pengabdian.
- Warna kuning emas, yang berasal dari warna kulit Buddha, melambangkan kebijaksanaan.
- Warna merah tua, yang berasal dari warna darah Buddha, melambangkan cinta kasih.
- Warna putih, yang berasal dari warna tulang dan gigi Buddha, melambangkan kesucian.
- Warna jingga, yang berasal dari warna telapak tangan, kaki, dan bibir Buddha, melambangkan semangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








