Bangun Ekosistem Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton 2026 Jadi Wadah Penjaringan Bibit Bulutangkis di Solo

AKURAT.CO, Semangat menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulutangkis sejak usia dini terus digaungkan secara konsisten. Kali ini, ajang MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026 menggebrak kota Solo tepatnya di GOR FKOR Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (1/10/2026).
Sebanyak 480 siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) di Solo turun ke lapangan untuk mengikuti beragam tantangan permainan bulutangkis yang dikemas secara interaktif, edukatif, dan menyenangkan.
Kejuaraan ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, serta didukung penuh oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.
Kota Solo menjadi lokasi ketiga dalam rangkaian tur MilkLife Festival SenengMinton 2026 setelah sukses digelar di Purwokerto pada April dan Magelang pada September lalu. Selanjutnya, festival pengenalan bulutangkis ini akan menyambangi Kudus (17–18 Oktober) dan Semarang (28 Oktober).
Menjaga Nyala Api Tradisi Prestasi Bulutangkis Nasional
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini merupakan strategi pembinaan usia dini untuk memperkuat fondasi ekosistem bulutangkis Indonesia lewat pendekatan psikologi anak yang menyenangkan.
Menurut Yoppy, pengalaman positif saat pertama kali mengenal bulutangkis akan mendorong anak-anak untuk terus bermain, mengasah kemampuan, hingga menekuninya secara profesional di masa depan.
"Ini adalah wujud konsistensi kami untuk menjaga nyala api semangat bulutangkis di Indonesia. Kami percaya, rasa senang menjadi awal tumbuhnya kecintaan terhadap sebuah olahraga," kata Yoppy.
"Kami ingin menanamkan minat dan menginspirasi siswa untuk bermain bulutangkis. Harapannya, pengalaman positif yang mereka dapatkan hari ini dapat menjadi motivasi untuk terus menekuni dan menjaga tradisi prestasi bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga kebanggaan Indonesia."
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf. Ia menilai skema 'jemput bola' ke tingkat sekolah dasar menjadi sarana efektif dalam mengidentifikasi potensi calon atlet sebelum masuk ke fase pembinaan terstruktur.
Melalui festival ini, anak-anak yang sebelumnya belum memiliki akses ke klub bulutangkis dapat mengenal olahraga tepok bulu dan selanjutnya diarahkan ke lingkungan latihan yang lebih profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah



