Akurat Logo

Bangun Ekosistem Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton 2026 Jadi Wadah Penjaringan Bibit Bulutangkis di Solo

Dian Eko Prasetio | 2 Oktober 2026, 13:53 WIB
Bangun Ekosistem Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton 2026 Jadi Wadah Penjaringan Bibit Bulutangkis di Solo
Semangat mengenalkan dunia bulutangkis dalam rangka menumbuhkan kecintaan sejak usia dini kembali digaungkan melalui MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026 yang berlangsung di GOR FKOR UNS, Kamis (1/10/2026). DJARUM FOUNDATION.

AKURAT.CO, Semangat menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga bulutangkis sejak usia dini terus digaungkan secara konsisten. Kali ini, ajang MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026 menggebrak kota Solo tepatnya di GOR FKOR Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (1/10/2026).

Sebanyak 480 siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) di Solo turun ke lapangan untuk mengikuti beragam tantangan permainan bulutangkis yang dikemas secara interaktif, edukatif, dan menyenangkan.

Kejuaraan ini diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, serta didukung penuh oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah.

Kota Solo menjadi lokasi ketiga dalam rangkaian tur MilkLife Festival SenengMinton 2026 setelah sukses digelar di Purwokerto pada April dan Magelang pada September lalu. Selanjutnya, festival pengenalan bulutangkis ini akan menyambangi Kudus (17–18 Oktober) dan Semarang (28 Oktober).

Menjaga Nyala Api Tradisi Prestasi Bulutangkis Nasional

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini merupakan strategi pembinaan usia dini untuk memperkuat fondasi ekosistem bulutangkis Indonesia lewat pendekatan psikologi anak yang menyenangkan.

Baca Juga: Semaikan Cinta Bulutangkis Sejak Dini, MilkLife Festival SenengMinton 2026 Sapa Ratusan Siswa di Magelang

Menurut Yoppy, pengalaman positif saat pertama kali mengenal bulutangkis akan mendorong anak-anak untuk terus bermain, mengasah kemampuan, hingga menekuninya secara profesional di masa depan.

"Ini adalah wujud konsistensi kami untuk menjaga nyala api semangat bulutangkis di Indonesia. Kami percaya, rasa senang menjadi awal tumbuhnya kecintaan terhadap sebuah olahraga," kata Yoppy.

"Kami ingin menanamkan minat dan menginspirasi siswa untuk bermain bulutangkis. Harapannya, pengalaman positif yang mereka dapatkan hari ini dapat menjadi motivasi untuk terus menekuni dan menjaga tradisi prestasi bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga kebanggaan Indonesia."

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf. Ia menilai skema 'jemput bola' ke tingkat sekolah dasar menjadi sarana efektif dalam mengidentifikasi potensi calon atlet sebelum masuk ke fase pembinaan terstruktur.

Melalui festival ini, anak-anak yang sebelumnya belum memiliki akses ke klub bulutangkis dapat mengenal olahraga tepok bulu dan selanjutnya diarahkan ke lingkungan latihan yang lebih profesional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.