Eks Presiden RFEF Luis Rubiales Ditangkap Polisi, Diduga Terlilit Kasus Korupsi!

AKURAT.CO Polisi telah menahan Luis Rubiales, mantan presiden Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF), sebagai bagian dari penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung.
Kepolisian nasional mengatakan Rubiales diinterogasi oleh polisi di bandara Madrid setelah dia ditahan pada Rabu (3/4/2024) usai turun dari pesawat yang membawanya pulang dari Republik Dominika, ia kemudian dibebaskan.
Rubiales kembali ke Spanyol saat penyelidikan yudisial sedang dilakukan terhadap kesepakatan bisnis untuk menyelenggarakan Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
Baca Juga: Tiba di Malaysia, Prabowo akan Temui PM Anwar Ibrahim Perkuat Diplomatik
Rubiales berada di Republik Dominika dua minggu lalu ketika polisi menggerebek properti miliknya di Granada dan kantor Federasi Sepakbola Spanyol di Madrid sebagai bagian dari penyelidikan korupsi dan pencucian uang yang mencakup Piala Super di antara kesepakatan lainnya.
Tujuh orang ditahan oleh polisi, dan Rubiales diidentifikasi sebagai satu dari lima orang tambahan yang sedang diselidiki.
Sebelumnya, Rubiales mengundurkan diri sebagai presiden federasi pada bulan September setelah menyebabkan skandal internasional karena mencium pemain Jenni Hermoso tanpa persetujuannya usai Spanyol memenangkan Piala Dunia Wanita pada bulan Agustus.
Baca Juga: Profil Erni Sugiyanti, Anggota DPRD Jabar yang Meninggal Dunia Usai Kecelakaan di Tol Cipali
Dia menghadapi persidangan atas tuduhan pelecehan seksual terhadap Hermoso, namun membantah melakukan kesalahan dalam kasus itu.
Rubiales mempersingkat masa tinggalnya di luar negeri selama tiga hari, ia awalnya mengatakan kepada pengadilan bahwa akan kembali pada hari Sabtu.
Selama menjabat sebagai presiden sepakbola Spanyol, Rubiales merombak format Piala Super Spanyol pada tahun 2020, membuat turnamen mini empat tim dan memindahkan kompetisi ke Arab Saudi sebagai bagian dari kesepakatan yang dilaporkan bernilai 40 juta euro (saat itu) per turnamen untuk federasi.
Baca Juga: Cara Buat Desain Amplop Lebaran di Canva, Gratis dan Simpel!
Jaksa membuka penyelidikan atas kesepakatan tersebut pada tahun 2022 setelah membocorkan audio antara Rubiales dan pemain Barcelona saat itu Gerard Pique mengenai komisi jutaan dolar.
Perusahaan hiburan olahraga Pique, Kosmos, terlibat dalam kesepakatan dengan federasi dan Arab Saudi.
Baca Juga: Hadirkan Saksi dan Ahli, Tim Prabowo-Gibran Yakin MK Bakal Tolak Permohonan Kubu Anies dan Ganjar
Seorang pejabat perusahaan mengatakan bahwa tidak ada karyawan Kosmos yang ditahan atau diselidiki dan tidak ada properti perusahaan yang digerebek.
Dalam cuplikan singkat rekaman wawancara dengan saluran televisi Spanyol La Sexta, Rubiales membantah serangkaian klaim palsu yang dibuat oleh media Spanyol.
Baca Juga: Gempa Taiwan M 7,3 Terbesar dalam 25 Tahun, BMKG Ungkap Penyebabnya
“Saya tidak tahu apa yang dikatakan hakim atau apa yang diselidiki oleh Garda Sipil. Uang di rekening bank saya adalah hasil kerja dan tabungan saya," katanya dikutip Kamis (4/4/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri






