Film Indonesia Menang di Prancis, Cerita Yogyakarta Pukau Cannes 2026

AKURAT.CO Film pendek berlatar Yogyakarta, VATERLAND or A Bule Named Yanto, mengharumkan nama perfilman Indonesia di kancah internasional setelah meraih CANAL+ Award.
Dalam kompetisi La Semaine de la Critique (Cannes Critics’ Week) yang digelar di Cannes, Prancis, pada 13–21 Mei 2026.
Karya sutradara Berthold Wahjudi ini menjadi satu dari hanya dua film pendek yang dianugerahi penghargaan dalam program tersebut tahun ini.
Penghargaan Sony Discovery Prize untuk film pendek diraih oleh Skinny Boots karya Romain F. Dubois, sementara CANAL+ Award For Short Film jatuh kepada “Vaterland” or A Bule Named Yanto.
Pengumuman ini disampaikan pada malam penutupan Critics’ Week edisi ke-65, yang tahun ini menyeleksi karya dari lebih dari 1.050 pengajuan dari 106 negara.
Baca Juga: Di Cannes, Pemprov Jakarta Gandeng Goldfinch Perkuat Industri Film
Kisah Identitas di Antara Dua Budaya
Film ini mengangkat kisah Yanto, seorang pemuda keturunan Jerman–Indonesia berusia pertengahan 20-an, yang datang mengunjungi adik perempuannya di Yogyakarta.
Yang awalnya diharapkan menjadi reuni sederhana berubah ketika Yanto menyadari bahwa adiknya merasa lebih mudah menjadi bagian dari lingkungan tersebut dibandingkan dirinya sendiri.
Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi refleksi pahit-manis tentang identitas ras campuran, rasa memiliki, dan keterasingan di antara dua budaya.
Kolaborasi Lintas Negara dengan Mayoritas Kru Indonesia
Pencapaian ini terasa istimewa bagi perfilman Indonesia karena film ini merupakan hasil ko-produksi Indonesia–Jerman antara Aftersun Creative Indonesia dan Madfilm (Jerman), dengan mayoritas kru berasal dari Indonesia dan seluruh proses syuting dilakukan di Yogyakarta.
Annisa Adjam, produser dari Indonesia sekaligus pendiri Aftersun Creative, mengungkapkan kebanggaannya:
“Bisa membuat film berlatar di Jogja dengan perspektif minoritas, orang dengan kultur campuran seperti ini, lalu mendapatkan reaksi yang sangat baik dari penonton Cannes kemarin, menjadi pengalaman yang sangat berarti buat kami. Harapannya justru ini menjadi pembuka agar Yanto bisa terus berpetualang ke berbagai ruang menonton, khususnya di Indonesia dan berbagai negara lainnya.”
Pintu Pembuka untuk Film Independen Indonesia
Film ini melakukan world premiere pada 19 Mei 2026 dalam kompetisi resmi Critics’ Week, sebelum akhirnya membawa pulang penghargaan dari CANAL+, platform distribusi dan jaringan televisi ternama Prancis.
Kehadiran Annisa Adjam bersama produser Bagus Suitrawan di Cannes menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional bagi film independen Indonesia, sekaligus membuka peluang perjalanan festival selanjutnya bagi VATERLAND or A Bule Named Yanto.
Cannes Critics’ Week sendiri dikenal sebagai program paralel yang secara khusus berfokus pada karya sutradara pendatang baru dan kerap menjadi batu loncatan penting bagi sineas-sineas berbakat di kancah perfilman dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil







