Iwet Ramadhan Pastikan Judul Film ‘Aku Harus Mati’ Legal dan Lolos Sensor LSF

AKURAT.CO, Di balik judulnya yang menuai kontroversi dan dinilai provokatif, film horor terbaru ‘Aku Harus Mati’ ternyata menyimpan pesan kritik sosial yang mendalam.
Head of Creative Strategic Promotion film tersebut, Iwet Ramadhan, mengungkapkan bahwa pemilihan judul tersebut bukanlah tanpa alasan, melainkan representasi dari inti cerita.
Iwet menjelaskan bahwa narasi film ini berupaya memotret realitas pahit mengenai obsesi masyarakat terhadap kemewahan semu di media sosial.
Baca Juga: Horor Pinjol dan Ambisi Semu, Film Aku Harus Mati Teror Bioskop Mulai 2 April
Film ini menyoroti bagaimana gaya hidup hedonistik sering kali menuntut pengorbanan yang tidak masuk akal.
"Jangan sampailah kita flexing-flexing di sosial media, kelihatan hidupnya hedon, tapi ternyata jual jiwa demi harta. Itu adegannya di situ. Makanya tuh ditonton dulu," tegas Iwet dalam klarifikasinya melalui sambungan video, Senin (6/4/2026).
Dia menambahkan bahwa judul tersebut dipetik langsung dari naskah film untuk memperkuat urgensi pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai judul yang dianggap ekstrem, pihak rumah produksi memastikan bahwa seluruh aspek film, mulai dari judul hingga materi promosi, telah melalui prosedur hukum yang berlaku.
Iwet menegaskan bahwa Lembaga Sensor Film (LSF) telah memberikan lampu hijau setelah evaluasi ketat.
Iwet menghargai proses evaluasi mendalam yang dilakukan lembaga terkait sehingga judul tersebut dinyatakan layak tayang.
Iwet menambahkan, seluruh materi promosi luar ruang di berbagai titik strategis dipastikan memiliki izin resmi dan sah secara hukum.
Pemilihan genre horor diakui sebagai langkah strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas di Indonesia.
Sebagai sosok yang memulai debutnya sebagai perwakilan produser, Iwet melihat horor bukan sekadar sarana menakut-nakuti, melainkan alat komunikasi massa yang efektif.
"Film horor itu adalah medium yang paling dekat dengan masyarakat dan paling disukai oleh masyarakat, jadi pasti jangkauannya sangat luas," tutupnya.
Baca Juga: Iwet Ramadhan Tepis Kabar Kedekatan Luna Maya dengan Faisal Nasimuddin
Melalui film ini, tim produksi berharap penonton tidak hanya merasakan sensasi ketegangan, tetapi juga membawa pulang perenungan tentang bahaya mengejar harta dengan menghalalkan segala cara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






