Gustika Fardani Jusuf, Cucu Bung Hatta Tegas Kritik Pemerintahan Prabowo

AKURAT.CO Gustika Fardani Jusuf, lahir pada 19 Januari 1994, adalah cucu dari pahlawan proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta. Ia merupakan anak dari Halida Nuriah Hatta, putri bungsu Bung Hatta, yang membuat Gustika tumbuh dalam keluarga dengan sejarah bangsa.
Ia menempuh pendidikan di Institut d’Etudes Politiques de Lyon, Prancis, sebelum melanjutkan studi di King’s College London, di mana dia meraih gelar Bachelor Of Arts (Hons) di bidang War Studies pada 2015, yang membekalinya dengan pemahaman mendalam tentang dinamika konflik dan kemanan internasional.
Tak berhenti disitu, Gustika juga mengikuti kursus singkat di Universitas Oxford dan Sotheby’s Institute of Art, serta menuntaskan Master of Advanced Studies di Geneva Academy of International Humanitarian Law and Human Rights dengan fokus pada hukum internasional dalam konflik bersenjata.
Sejak remaja, Gustika Fardani Jusuf aktif di berbagai organisasi internasional dan nasional, termasuk sebagai delegasi muda di UNFCCC, intern di UNESCO Youth Forum, serta magang di misi Indonesia untuk PBB. Ia juga berperan sebagai peneliti di Imparsial dengan fokus pada isu keamanan, Papua, dan kekerasan politik.
Selain itu, dia juga menjabat sebagai National Youth Consultant untuk Plan International Indonesia.
Gustika turut dikenal sebagai aktivis dan akademisi muda yang vokal dalam isu demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan sipil, yang menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada perubahan sosial dan politik di tanah air.
Belakangan ini, Gustika kerap menyuarakan kritik terhadap pernyataan dan kebijakan Presiden Prabowo, khususnya menyangkut insiden tragis yang menimpa driver ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal terlindas kendaraan Brimob pada demo 28 Agutus 2025 kemarin.
Ia menilai pernyataan Presiden Prabowo yang menyalahkan DPR tanpa mengakui tangung jawab sebagai kepala negara justru menyesatkan publik. Menurutnya, kepolisian berada langsung di bawah komando presiden sehingga tanggung jawab atas tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan seharusnya diemban oleh kepala negara.
Dalam peringatan HUT RI ke-80, Gustika tampil mengenakan simbol berkambung sekaligus melontarkan kritik di media sosial dengan menyebut presiden prabowo sebagai penculik dan penjahat HAM. Ia juga menyoroti campur tangan militer di ruang sipil serta mengecam tindakan kekerasan aparat yang merugikan warga sipil.
Baca Juga: Mahfud Ziarah Makam Bung Hatta, Imin Berziarah ke Makam Habib Husein
Meskipun kerap melontarkan kritik, Gustika menegaskan dirinya tidak kehilangan harapan untuk Indonesia dan menyerukan agar janji-janji konstitusi ditepati.
Dengan ini, Gustika dikenal sebagai intelektual muda yang berani bersuara lantang soal keadilan sosial dan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








