Akurat Logo

Singgung Ketegangan Asia Tenggara, Bahlil Dorong Percepatan Produksi Migas

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 29 Oktober 2026, 08:50 WIB
Singgung Ketegangan Asia Tenggara, Bahlil Dorong Percepatan Produksi Migas
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mewanti-wanti adanya potensi dampak ketegangan geopolitik terhadap ketahanan energi

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mewanti-wanti adanya potensi dampak ketegangan geopolitik terhadap ketahanan energi, menyusul meningkatnya kebutuhan minyak dunia dan kenaikan harga komoditas tersebut.

Bahlil menyebut, ketegangan bahkan mulai terjadi di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa hari terakhir.

“Hati-hati, gara-gara minyak, ini bisa terjadi ketegangan di mana-mana. Terakhir beberapa hari ini juga terjadi ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ini bisa bahaya, berdampak sistemik, masif, dan terstruktur ini,” kata Bahlil dalam pembukaan FOREK Hulu Migas 2026, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Impor BBM Swasta Tak Lewat Lemigas

Meski demikian, Bahlil tidak merinci bentuk ketegangan yang dimaksud maupun negara-negara yang terlibat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu ketahanan energi.

“Jadi, ini kita betul-betul harus melakukan kolaborasi yang baik,” tambahnya.

Menurut Bahlil, kenaikan harga minyak dunia dan tingginya kebutuhan global juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan lapangan migas.

Karena itu, ia meminta pemegang konsesi yang telah menyelesaikan eksplorasi dan mengantongi persetujuan rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/POD) segera merealisasikan proyeknya.

“Bagi beberapa ibu yang sudah memegang konsesi, sudah selesai POD, tapi belum jalan-jalan, saya meminta untuk segera dieksekusi, mohon bantuannya,” ujarnya.

Baca Juga: Menko Bahlil Tunda Ekspor Listrik, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

Bahlil menegaskan, pemerintah membutuhkan peningkatan produktivitas dan lifting minyak nasional untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah dinamika pasar global.

Ia juga meminta pemegang konsesi yang tidak mampu mengembangkan lapangannya agar menyerahkan kembali konsesi tersebut kepada negara.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.