Satu Tahun Pemerintah Prabowo - Gibran Sektor Energi: Lifting Hampir Capai Target, PNBP Bergerak Positif

AKURAT.CO Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sektor energi menunjukkan performa impresif yang menjadi salah satu tonggak keberhasilan nasional.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat capaian signifikan dalam produksi minyak dan gas (migas), investasi, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Semester I-2025.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa produksi minyak nasional hingga Juni 2025 telah mencapai 608.100 barel per hari (bph), melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 605.000 bph.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Daerah, Herman Deru Apresiasi Langkah Menteri ESDM Legalkan Sumur Minyak Rakyat
Sementara itu, rata-rata produksi minyak semester pertama berada di angka 602.400 bph atau diatas 99% dari target tahunan.
“Menurut data yang kami dapat dari Dirjen Migas, mengatakan bahwa sejak 2008 sampai dengan 2024, target realisasi lifting kita tidak pernah mencapai yang sama dengan target APBN. Selalu dibawa target APBN.Sekarang di bulan Juni sudah 608,1 barrel per day. Target APBN itu 605 barrel per day,” kata Bahlil dalam capain kinerja semester I Kementerian ESDM beberapa bulan lalu.
Tak hanya itu, produksi gas bumi per Juni 2025 tercatat mencapai 1.146.400 BOEPD, jauh melampaui target semester pertama yang ditetapkan sebesar 1.005.000 BOEPD.
Adapun, secara akumulasi untuk produksi minyak dan gas (Migas) mencapai 1.754.500 BOEPD atau sudah mencapai 111,9% dari target produksi 2025 yang berada diangka 1.610.000 BOEPD.
Investasi Energi Tembus USD13,9 Miliar, Tertinggi dalam Lima Tahun
Pemerintahan Prabowo-Gibran juga sukses menarik investasi besar ke sektor energi. Kementerian ESDM melaporkan realisasi investasi mencapai USD13,9 miliar atau setara Rp225 triliun (kurs Rp16.300) pada semester I-2025, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD11,2 miliar.
Investasi terbesar datang dari subsektor migas sebesar USD8,1 miliar, disusul minerba USD3,1 miliar, ketenagalistrikan USD1,9 miliar, dan energi baru terbarukan serta konservasi energi (EBTKE) sebesar USD0,8 miliar.
PNBP Capai Rp138,8 Triliun, Optimisme Capai Target APBN
Di sisi penerimaan negara, sektor ESDM juga menunjukkan performa positif. Hingga pertengahan tahun, realisasi PNBP mencapai Rp138,8 triliun, atau 54,5% dari target APBN 2025 sebesar Rp254,5 triliun.
Rinciannya, sektor minerba menyumbang Rp74,2 triliun, migas Rp57,3 triliun, dan EBTKE Rp1,09 triliun.
Pemerintah Perlu Perkuat Sektor Hulu dan Hilir
Ditengah capain positif dalam satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran pada sektor energi, praktisi migas Hadi Ismoyo menilai pemerintah tidak boleh cepat puas.
Hadi menyoroti kondisi investasi di sektor hulu migas. Dirinya mencatat bahwa meskipun terjadi kenaikan investasi, namun sebagian besar masih didominasi oleh program kerja ulang sumur (wellwork) dan pengembangan lapangan berskala kecil (small POD).
“Investasi naik namun tidak signifikan, mostlikely di dominasi wellwork progam dan small POD. Sedangkan investasi bidang explorasi masih relatif kecil untuk mencari giant discovery,” tegasnya.
Di sektor hilir, Hadi menekankan pentingnya menjamin ketersediaan BBM, baik yang disubsidi maupun non-subsidi.
Hadi pun menyoroti kasus kelangkaan BBM non-subsidi di SPBU swasta sebagai peristiwa tragis yang harus menjadi pembelajaran.
“Perlunya membangun infrastrukture gas yang masif dan agresif sebagai bagian dari program konversi BBM dan LPG ke Gas dalam rangka mengurangi beban subsidi,” tambah Hadi.
Lebih lanjut, dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), Hadi menyarankan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan PLTS di waduk, danau, dan atap (rooftop), serta percepatan pengembangan energi panas bumi (geothermal) dan PLT Bayu (angin).
“Salah satunya dengan membuat model bisnis yang lebih menarik bagi investor,” tutur Hadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










