Akurat Logo

Soal Rencana Pasokan 30 Juta Barel Minyak dari UEA, Begini Kata Bahlil

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 29 Oktober 2026, 08:20 WIB
Soal Rencana Pasokan 30 Juta Barel Minyak dari UEA, Begini Kata Bahlil
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman (Kiri); Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia (Tengah) dan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto (Kanan) - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyatakan rencana pasokan hingga 30 juta barel minyak dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Indonesia masih dalam tahap penjajakan.

Bahlil menegaskan, pemerintah belum merealisasikan kesepakatan terkait rencana pasokan minyak tersebut.

“Itu masih potensi ya. Belum saya melakukan itu penjajakan-penjajakan, semuanya masih penjajakan ya,” kata Bahlil setelah agenda FOREK Hulu Migas, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Impor BBM Swasta Tak Lewat Lemigas

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto membeberkan, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) segera mengirim pasokan minyak hingga 30 juta barel ke Indonesia.

Djoko menyampaikan hal tersebut setelah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan Duta Besar UEA dan Presiden Direktur Mubadala.

“Dan juga melaporkan bahwa Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa pemerintahan Arab (Uni Emirat Arab) segera akan mengirim minyaknya ke Indonesia sampai dengan 30 juta barel,” kata Djoko dalam FEED Completion Ceremony, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: DIM RUU Migas Hampir Rampung, Bahlil: BUK Migas Bakal Urus Perizinan

Djoko menambahkan, pengiriman minyak dari UEA ini dilakukan tanpa biaya atau ditanggung sepenuhnya oleh pihak UEA (free on board/cost free), termasuk tanpa kebutuhan modal kerja (working capital) dan biaya kapal pengangkut.

Rencana pengiriman minyak dari UEA tersebut menjadi kabar penting bagi Indonesia di tengah upaya menjaga kecukupan pasokan energi nasional.

“Ini tanpa biaya, tanpa working capital termasuk free kapalnya. Ini suatu kabar yang bagus juga buat kita,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.