Bahlil Segera Bertolak ke India hingga China Amankan Pasokan BBM

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kebutuhan Indonesia atas ketersediaan pasokan BBM, termasuk jenis RON 90 atau Pertalite.
“Dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, China, dan beberapa negara, untuk saya mendapatkan kepastian pasokan,” kata Bahlil di tengah konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Bahlil menegaskan, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan BBM nasional sekaligus memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Ia menyebut perjalanan ke luar negeri sebagai bagian tindak lanjut arahan Presiden untuk menjaga ketahanan energi, termasuk memastikan cadangan BBM tetap berada pada standar minimum nasional.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pasokan BBM, Siapkan SPBU Modular dan Layanan Tambahan
“Insyaallah saya akan berikan jaminan atas arahan Perintah Bapak Presiden bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi. Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, baik bensin maupun solar, tidak mengalami kenaikan di tengah tekanan pasokan akibat peperangan di Timur Tengah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan, stabilitas harga BBM menjadi salah satu kunci dalam menjaga inflasi. Pasalnya, BBM memiliki keterkaitan langsung dengan biaya transportasi hingga aktivitas produksi masyarakat.
"Jadi, yang pertama tadi sudah saya sebutkan bahwa yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan,” kata Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan di Youtube Kemendagri, Senin (5/10/2026).
Laode menambahkan, BBM subsidi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan transportasi, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi masyarakat termasuk nelayan dan petani. Karena itu, kenaikan harga BBM akan meningkatkan biaya operasional dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga barang dan jasa.
"Ini adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian
- 10Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas








