Akurat Logo

INDEF Minta Insentif Mobil Listrik Didahulukan, Ini Alasannya

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 22 Oktober 2026, 13:00 WIB
INDEF Minta Insentif Mobil Listrik Didahulukan, Ini Alasannya
INDEF GTI meminta insentif mobil listrik berbasis baterai didahulukan untuk menekan konsumsi BBM, di tengah subsidi energi Rp376,8 triliun. - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO INDEF Green Transition Initiative (GTI) meminta pemerintah memusatkan anggaran insentif kendaraan pada mobil listrik berbasis baterai untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.

Hal ini menanggapi usulan Kementerian Perindustrian untuk memberi insentif fiskal dan nonfiskal bagi kendaraan hybrid, plug - in hybrid, dan REEV.

Pemerintah beralasan insentif itu menghemat energi dan menguatkan industri otomotif nasional. Wacana ini muncul saat rencana insentif mobil listrik berbasis baterai yang lebih dulu digulirkan belum jelas.

Baca Juga: Wanti-wanti Dampak Erupsi ke Ekonomi, Indef Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi di Sektor Transportasi dan Logistik

Head of Industrial and Transport Decarbonization INDEF Green Transition Initiative (INDEF GTI), Andry Satrio Nugroho menjelaskan, mobil listrik berbasis baterai (BEV) memberi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) paling besar untuk setiap rupiah insentif. Penghematan langsung meringankan beban APBN.

Perlu diketahui, konsumsi BBM bersubsidi dan berkompensasi hingga September sudah mencapai sekitar 13,4 juta kiloliter.

Angka ini naik 9,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi subsidi dan kompensasi energi pun telah mencapai Rp376,8 triliun atau 84,3% dari pagu APBN 2026.

"Kalau tujuannya mengatasi kelangkaan BBM, insentif harus diarahkan ke kendaraan yang tidak memakai BBM sama sekali. Mobil hybrid tetap mengisi bensin di SPBU. Mobil listrik tidak. Setiap mobil listrik yang terjual hari ini berarti satu kendaraan yang tidak lagi antre BBM," kata Andry, Kamis (22/10/2026)

Ia menambahkan, berkaca pada kondisi APBN 2026, ruang fiskal pemerintah kini terbatas. Sehingga, insentif harus diberikan pada teknologi yang paling efektif menekan konsumsi BBM, dalam hal ini BEV.

Baca Juga: INDEF Dorong Kawasan Industri Jadi Penggerak PLTS 30 GWp

Apalagi, sumber listrik sebagian besar dibangkitkan dari sumber dalam negeri, sehingga ketahanan energi membaik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.