Akurat Logo

PLN EPI Gandeng FLEXIH, Jajaki Produksi Hidrogen dari Biomassa

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 21 Oktober 2026, 13:48 WIB
PLN EPI Gandeng FLEXIH, Jajaki Produksi Hidrogen dari Biomassa
Kerja sama awal PLN EPI dan FLEXIH mencakup evaluasi biomassa, teknologi gasifikasi plasma, serta kelayakan ekonomi produksi hidrogen rendah karbon. - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc. menandatangani Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA), sebagai langkah awal penjajakan pengembangan fasilitas produksi hidrogen rendah karbon berbasis teknologi gasifikasi plasma di Indonesia.

Melalui kesepakatan ini, kedua perusahaan akan bertukar informasi dan mengevaluasi potensi biomassa sebagai bahan baku, peluang penyerapan hidrogen (offtake), serta opsi partisipasi investasi dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi selama proses evaluasi.

FLEXIH Inc. merupakan perusahaan teknologi energi bersih berbasis di Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng GETI, Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah gasifikasi plasma yang berpotensi mengolah berbagai jenis bahan baku, termasuk biomassa, menjadi produk energi bernilai tambah.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan NDA menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang pertukaran informasi dalam mendalami potensi kerja sama.

“Langkah ini menjadi fondasi hukum serta bentuk komitmen bersama dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi sensitif, seiring dengan dimulainya rencana pelaksanaan kerja sama dan pertukaran data antara PLN Energi Primer Indonesia dan FlexiH Inc.,” kata Hokkop dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Sementara itu, CEO and Founder FLEXIH Inc. Dr. Natarianto Indrawan mengatakan kolaborasi menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi energi masa depan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya domestik Indonesia.

Natarianto menyampaikan, pengembangan energi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri dan perlu membangun kolaborasi yang menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri.

“Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung dekarbonisasi,” ungkap Natarianto.

Baca Juga: PLN EPI Petakan Potensi Ekonomi Warga di Sekitar PLTMG Kupang

Menurut Natarianto, teknologi gasifikasi plasma memiliki karakteristik yang berpotensi mendukung pemanfaatan biomassa dengan kadar air relatif tinggi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.