B50 Butuh Banyak Sawit, PalmCo Perkuat Produktivitas Kebun Rakyat

AKURAT.CO Kebutuhan bahan baku sawit untuk mendukung pengembangan biodiesel B50 membuat penguatan pasokan crude palm oil (CPO) menjadi salah satu tantangan industri sawit.
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memilih memperkuat produktivitas kebun rakyat melalui kemitraan dengan petani, salah satunya lewat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi dari kebun yang sudah ada sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan tandan buah segar (TBS).
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Dorong Kemitraan Sawit Rakyat Lebih Produktif
Strategi ini menjadi penting karena peningkatan kebutuhan sawit untuk energi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan bahan baku untuk pangan dan kebutuhan industri lainnya.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, petani rakyat memiliki posisi penting dalam rantai pasok perusahaan. Saat ini, sekitar 30% pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal dari kebun petani rakyat.
“Petani sawit adalah pilar utama industri ini. Sekitar 30 persen pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal langsung dari hasil kebun petani rakyat. Karena itu, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit sekaligus menjawab kebutuhan energi nasional,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Kontribusi petani tersebut tercermin dari realisasi pembelian TBS PalmCo hingga Juli 2026 yang mencapai 2,095 juta ton. Khusus pada Juli 2026, pembelian TBS dari petani mitra tercatat 361.494 ton, atau meningkat 40,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan volume pasokan tersebut juga diikuti dengan tingkat rendemen crude palm oil (CPO) yang tercatat 18,56% dari pembelian TBS petani mitra hingga Juli 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan kemitraan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah TBS yang diserap perusahaan, tetapi juga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik kelapa sawit.
Baca Juga: Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Tingkatkan Patroli di Sumatera-Kalimantan
Dari sisi kontribusi usaha, pembelian TBS petani mitra hingga Juli 2026 menghasilkan margin kontribusi Rp125,29 miliar. Realisasi itu mencapai 226% dari target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 dan meningkat 216% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 6Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia










