Akurat Logo

Menlu Pastikan Diplomasi Prabowo Bukan Sekadar Seremonial, Ada Dampak ke Masyarakat

Putri Dinda Permata Sari | 16 September 2026, 20:58 WIB
Menlu Pastikan Diplomasi Prabowo Bukan Sekadar Seremonial, Ada Dampak ke Masyarakat
Menteri Luar Negeri, Sugiono, usai rapat bersama Komisi I DPR. - Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan, diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk menghadapi tantangan global yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pangan dan energi.

Dinamika global yang semakin tidak pasti membuat ketahanan pangan dan energi menjadi kebutuhan penting bagi Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi bencana alam dan konflik yang terjadi di berbagai negara.

"Itu yang sebenarnya selama ini kita lakukan. Jadi yang kita hadapi situasi global yang sangat dinamis, yang di dalam beberapa kesempatan juga Pak Presiden menyampaikan bahaya ketidakpastian ini, dan ini juga kita rasakan," kata Sugiono usai rapat dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga: Prabowo: Akan Ada Investasi Besar-besaran Masuk ke Indonesia, Tunggu Saja

Menurutnya, kebijakan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi menjadi relevan di tengah situasi global tersebut. Sejumlah negara saat ini menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, baik akibat bencana maupun perang.

"Jadi sudah sangat benar dari awal Presiden merencanakan, memprogramkan bagaimana kita bisa memiliki ketahanan pangan dan ketahanan energi," ujarnya.

Dia mengatakan, tantangan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan. Negara-negara juga membutuhkan pupuk dan bahan baku pupuk untuk menjaga produksi pangan.

"Kita butuh pupuk, kita butuh bahan baku pupuk, negara-negara lain butuh pupuk, butuh bahan baku pupuk untuk produksi pangan," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Mau Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Jakarta Bakal Jadi Kota Percontohan

Selain pangan, perang juga turut memengaruhi harga bahan bakar. Menurut Sugiono, fluktuasi harga energi menjadi tantangan yang turut dirasakan berbagai negara.

"Jadi ini adalah hal-hal riil yang kita rasakan. Belum lagi kalau kita berbicara mengenai fluktuasi harga bahan bakar karena perang. Semua negara mengalami kesulitan tersebut, tantangan tersebut," katanya.

Karena itu, forum multilateral seperti BRICS menjadi ruang bagi negara-negara untuk menggabungkan potensi dan kekuatan masing-masing dalam menghadapi persoalan pangan dan energi. Pendekatan tersebut juga disampaikan dalam pertemuan BRICS yang dihadiri Presiden Prabowo.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.