Distribusi BBM via Kereta Meningkat, KAI Angkut 1,57 Juta Ton

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani angkutan bahan bakar minyak atau BBM sebanyak 1.570.911 ton selama Januari–Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat 4,01% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.510.287 ton. Secara volume, terdapat peningkatan sebesar 60.624 ton.
Dengan capaian tersebut, rata-rata sekitar 7.410 ton BBM setiap hari didistribusikan melalui jaringan perkeretaapian untuk membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah.
Baca Juga: PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, kelancaran distribusi BBM memiliki hubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, distribusi bahan pangan dan barang kebutuhan, kegiatan pertanian, aktivitas usaha, hingga penyelenggaraan pelayanan publik.
“BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Ketersediaannya mendukung masyarakat beraktivitas, pelaku usaha menjalankan distribusi, serta barang kebutuhan mencapai berbagai daerah. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal,” kata Anne, Kamis (6/8/2026).
Peran distribusi dalam negeri menjadi semakin penting di tengah dinamika pasar energi dunia. Laporan Oil Market Report International Energy Agency edisi Juli 2026 mencatat pasokan minyak global masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sementara pasar produk olahan seperti bensin dan diesel tetap ketat.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa keandalan jaringan logistik domestik menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Dalam layanan angkutan BBM, KAI bersinergi dengan Pertamina Group untuk mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel. Layanan tersebut menghubungkan pusat pasokan dan terminal BBM dengan daerah tujuan distribusi di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra.
Penggunaan rangkaian kereta api memberikan kapasitas besar dalam satu perjalanan serta jadwal yang terukur.
Baca Juga: PT KAI Buka Rekrutmen Besar-besaran, Lulusan SMA hingga S1 Siap-siap Melamar
Pola tersebut membantu menjaga kesinambungan pasokan antardaerah sekaligus membagi beban distribusi logistik dari jalan raya, terutama untuk pengiriman BBM dalam volume besar dan berulang.
KAI juga mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026. Kebijakan mandatori B50 memperbesar pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik, menekan ketergantungan terhadap impor solar, serta memperluas nilai ekonomi bagi industri dan petani kelapa sawit.
“Ketahanan energi membutuhkan pasokan, infrastruktur, dan distribusi yang berjalan selaras. KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









