Dari Cikarang ke 41 Negara, Rosleri Yanti Buktikan Perempuan Mampu Pimpin Industri Manufaktur

AKURAT.CO Peran perempuan di sektor manufaktur kian menunjukkan eksistensinya. Salah satu contohnya adalah Director PT Mondelez Indonesia Manufacturing, Rosleri Yanti, yang memimpin salah satu fasilitas produksi terbesar milik Mondelez International yang memproduksi biskuit Oreo dan Ritz.
Dalam sesi wawancara eksklusif dengan beberapa media, Rosleri mengatakan, pabrik Mondelez di Cikarang saat ini menjadi basis produksi penting bagi perusahaan dengan dukungan sekitar 1.500 tenaga kerja yang seluruhnya merupakan talenta Indonesia.
Dari fasilitas tersebut, berbagai produk Mondelez dipasarkan tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga diekspor ke 41 negara. Mulai dari Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Timur Tengah, Afrika, hingga Jepang.
"Totalnya laki-laki dan perempuan, Kita mempunyai tenaga kerja sekitar 1.500 orang saat ini. Kita berproduksi enam lime yang tadi memenuhi 41 negara yang jadi konsumer kita termasuk Indonesia. Jadi standar daripada Mondelez adalah produk yang berkualitas tinggi," kata Rosleri, Rabu (24/6/2026).
Yanti sapaan akrab Rosleri menyampaikan, keberhasilan fasilitas produksi tersebut tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
Selama lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia, Mondelez terus membangun kapabilitas pekerja melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan.
Selain pengembangan sumber daya manusia, perusahaan juga terus memperbarui teknologi produksi. Yanti menjelaskan bahwa fasilitas Mondelez Indonesia secara rutin melakukan benchmarking dengan pabrik-pabrik lain di berbagai negara untuk mengikuti perkembangan teknologi terkini.
"Apa yang terjadi di luar juga kita improve terus-menerus. Apa yang ada teknologi yang di luar kita berusaha benchmarking. Supaya kita bisa mengikuti perkembangan dari para teknologi dan membuat produk yang bagus tadi,” ujarnya.
Tantangan Perempuan Memimpin Industri Manufaktur
Di balik capaian tersebut, Yanti mengakui masih ada tantangan yang dihadapi perempuan ketika menduduki posisi kepemimpinan di industri manufaktur.
Namun bagi Yanti, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk membuktikan kemampuan diri.
"Ya itu challenge ya, namanya kita perempuan, tapi kan kita gak bisa, enggak deh itu kita dikasih sama Tuhan seperti ini gitu. Tapi betul, kita tuh adalah Mondelez adalah salah satu terbesar, pabrik terbesar di global Mondelez,” ucap Yanti.
Dirinya menyebut keberhasilannya memimpin salah satu pabrik terbesar di jaringan global Mondelez tidak terlepas dari dukungan perusahaan yang memberikan kesempatan setara tanpa membedakan gender.
Menurut Yanti, Mondelez menyediakan berbagai program pelatihan, pengembangan kepemimpinan, hingga benchmarking yang memungkinkan setiap pemimpin terus meningkatkan kompetensinya.
"Yang tadinya Mondelez tidak akan diam untuk membiarkan saya sendiri, saya juga akan dibantu bagaimana saya mengimprove diri saya gitu,” tuturnya.
Dirinya menegaskan bahwa perusahaan tidak menerapkan diskriminasi dalam pengembangan karier karyawan. Kesempatan untuk berkembang terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi dan kemauan untuk terus belajar.
Meski demikian, ia mengakui perempuan memiliki tantangan tambahan karena harus menyeimbangkan peran profesional dan kehidupan keluarga.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Rosleri mengedepankan pendekatan kepemimpinan yang mengutamakan kepedulian dan kebersamaan dalam tim.
“Tapi saya sepakat ya, jadi itu yang menyebabkan saya nyaman aja, enjoy aja melakukannya. Masalah tiap hari akan datang, tapi bagaimana kita memecahkan masalah itu bersama tim. Jadi saya selalu menggunakan care, family things itu untuk tim saya disini,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








