PGN Siap Dukung CNG Jadi Pengganti LPG, Infrastruktur Disiapkan

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap mendukung langkah pemerintah dalam mendorong diversifikasi energi nasional, khususnya melalui optimalisasi pemanfaatan energi domestik seperti Compressed Natural Gas (CNG).
Adapun, pemerintah sedang mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman menegaskan pihaknya memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa (beyond pipeline) seperti CNG dan Liquefied Natural Gas (LNG).
Baca Juga: Penyaluran Gas Tetap Andal, PGN Catat Pertumbuhan Laba 46 Persen di Kuartal I-2026
“PGN pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah dalam mendorong mendorong diversifikasi energi nasional dan optimalisasi pemanfaatan energi domestik, termasuk upaya memperluas pemanfaatan CNG,” kata Fajriyah kepada Akurat.co dikutip, Kamis (30/4/2026).
Dari sisi kesiapan, PGN saat ini telah memiliki infrastruktur pendukung CNG yang cukup memadai, di antaranya 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) atau mother station dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU).
Fajriyah menambahkan, perusahaan juga memiliki kapabilitas teknis dan operasional dalam distribusi gas non-pipa yang telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari transportasi, komersial, hingga industri.
Pemanfaatan CNG sendiri menjadi bagian dari portofolio beyond pipeline PGN yang dijalankan oleh anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia sejak 2012.
“Layanan ini berfungsi sebagai solusi untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas dan pelanggan dengan kebutuhan energi menengah hingga besar yang memerlukan fleksibilitas suplai,” ujarnya.
Hingga 2025, Gagas telah menyalurkan CNG dengan volume sekitar 15 BBTUD atau setara dengan 123 ribu metrik ton LPG per tahun.
“Menjangkau sejumlah wilayah seperti Surabaya, Banten, Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Lampung, Bandung, Batam, Semarang, Jogja, Sidoarjo dan Medan dengan perluasan bertahap sesuai potensi pasar,” tambah Fajriyah.
Baca Juga: CSR PGN dan BRIN Dorong Panen Padi Biosalin Jepara Melebihi Target
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah terus merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalisasi penggunaan gas domestik demi mencapai kemandirian energi.
Salah satu alternatif energi dalam negeri yang sedang dikaji adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk dapat menjadi substitusi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri.
Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan saat ini rencana pemanfaatan CNG masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya akan segera memfinalisasi agar kemandirian energi dapat terwujud.
"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," kata Bahlil dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (29/4/2026).
Bahlil menjelaskan, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu.
Adapun gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi. Saat ini Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG berjumlah 57 badan usaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta







