Bulog Kirim Beras Haji Perdana 2.280 Ton ke Jeddah

AKURAT.CO Perum Bulog resmi mengekspor 2.280 ton beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Pengiriman dilakukan dalam dua gelombang mulai 28 Februari 2026 dan 4 Maret 2026, menjadi ekspor perdana beras haji nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan total dukungan beras haji tersebut telah disetujui melalui rapat koordinasi terbatas lintas kementerian.
“Total dukungan beras haji yang disetujui sebanyak 2.280 ton. Gelombang pertama 28 Februari dan gelombang kedua 4 Maret,” ujar Ahmad di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Bulog Karawang Serap 2.500 Ton Gabah per Hari di Tengah Banjir
Nilai ekspor beras haji tersebut diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
“Dari Bulog, pengiriman hanya sampai Pelabuhan Jeddah. Selanjutnya distribusi ke dapur-dapur haji di Arab Saudi menjadi tanggung jawab importir,” katanya.
Spesifikasi Beras Premium
Ahmad menjelaskan beras yang dikirim merupakan beras premium sesuai permintaan mitra di Arab Saudi, dengan tingkat pecahan maksimal 5% dan kadar air di bawah 14%.
“Ini beras premium untuk jamaah haji Indonesia. Selama ini jamaah kita mengonsumsi beras impor dari negara lain, dan tahun ini kita buktikan Indonesia sudah mampu memasok sendiri,” tuturnya.
Waktu tempuh pelayaran diperkirakan antara satu bulan satu minggu hingga satu bulan setengah, berdasarkan koordinasi dengan perusahaan pelayaran.
Pengiriman dibagi dalam dua gelombang untuk menjaga keamanan logistik dan memastikan ketersediaan cadangan apabila terjadi kendala selama perjalanan laut.
Koordinasi Lintas Kementerian
Ekspor ini merupakan hasil koordinasi sejumlah kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pangan Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Secara historis, kebutuhan konsumsi beras jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi umumnya dipenuhi dari pasokan negara lain melalui mekanisme impor oleh penyedia layanan katering. Tahun 2026 menjadi titik awal perubahan skema tersebut dengan melibatkan pasokan langsung dari dalam negeri.
Dampak terhadap Stok Dalam Negeri
Bulog memastikan ekspor perdana ini tidak mengganggu ketahanan pangan domestik. Perusahaan menyatakan langkah tersebut telah diperhitungkan dengan perencanaan pasokan dan cadangan beras pemerintah (CBP).
Ekspor ini juga menjadi sinyal bahwa kapasitas produksi dan pengelolaan stok nasional dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus peluang pasar luar negeri yang bersifat khusus, seperti logistik haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar










