Tumbuh 4,7 Persen, Pendapatan Industri Kosmetik Tembus Rp35,6 Triliun di 2025
Hefriday | 5 Desember 2025, 14:23 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut industri kosmetik nasional kian menunjukkan peran strategis sebagai motor ekonomi baru.
Hingga November 2025, nilai industri tersebut tercatat mencapai Rp35,6 triliun dan diprediksi terus tumbuh di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat serta pesatnya inovasi pelaku usaha.
Airlangga mengatakan industri kosmetik diproyeksikan tumbuh 4,73% di 2025. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen personal care, skincare, dan makeup yang menjadi kebutuhan rutin masyarakat modern.
“Kesadaran konsumen terhadap kualitas produk dan kebutuhan perawatan diri terus meningkat,” ujarnya dalam acara Jakarta X Beauty 2025, Kamis (5/12/2025).
Dirinya menambahkan, geliat pertumbuhan industri kecantikan tidak terlepas dari perubahan perilaku belanja masyarakat. Pengeluaran untuk kategori pakaian, alas kaki, serta jasa perawatan diri tercatat meningkat signifikan pada kuartal III-2025.
“Sektor ini naik dari 2,91 persen menjadi 4,21 persen, menunjukkan tingginya daya beli produk sandang maupun perawatan diri,” kata Airlangga.
Menurut dia, transformasi industri kecantikan saat ini ditopang oleh inovasi yang banyak digerakkan pelaku usaha muda. Para pengusaha ini dinilai lincah menciptakan produk baru, menyesuaikan kebutuhan pasar, dan memanfaatkan digital marketing untuk memperluas jangkauan usaha.
Airlangga mengapresiasi gelaran Jakarta X Beauty 2025 yang dinilai menjadi panggung kreatif bagi UMKM, kreator konten, dan industri kecantikan lokal.
Pameran berskala besar seperti ini dianggap memberi dampak signifikan dalam memperkuat ekosistem industri, sekaligus meningkatkan literasi dan kesadaran konsumen terhadap produk yang aman dan berkualitas.
Dirinya menilai hadirnya berbagai merek lokal baru, termasuk produk kecantikan untuk laki-laki, menunjukkan pasar yang semakin berkembang. Tren ini menandakan bahwa industri kosmetik masih memiliki ruang besar untuk tumbuh, seiring semakin kuatnya preferensi konsumen terhadap produk lokal.
Lebih jauh, Airlangga menjelaskan bahwa peran generasi muda tidak hanya sebatas menjadi konsumen utama, tetapi juga sebagai pencipta tren dan penjaga kualitas melalui interaksi di media sosial.
“Di era digital, reputasi brand sangat mudah terpengaruh oleh pengalaman konsumen. Karena itu kualitas dan keamanan produk harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Pemerintah, kata Airlangga, turut menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola data industri kecantikan melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Salah satunya melalui pemecahan Harmonized System (HS) Number atau ISIC khusus bagi produk inovasi dalam negeri yang masih melakukan contract manufacturing di luar negeri.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran data yang lebih akurat terkait pertumbuhan industri kecantikan serta membantu menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Kebijakan ini akan mulai berlaku tahun depan,” ujar Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









