EPIC SALE 2025 Incar Transaksi Rp56 Triliun Lewat Sinergi Ritel Modern dan Pasar Rakyat

AKURAT.CO Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi meluncurkan program EPIC (Every Purchase is Cheap) SALE 2025, sebuah agenda diskon nasional yang ditargetkan mampu mendorong konsumsi masyarakat dan mengangkat sektor ritel di penghujung tahun.
Program yang berlangsung 1 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 ini dibidik menghasilkan transaksi hingga Rp56 triliun, menjadi target terbesar dalam penyelenggaraan EPIC SALE sejauh ini.
Ketua Umum APRINDO, Solihin, mengatakan EPIC SALE 2025 bukan sekadar program diskon, tetapi strategi terpadu untuk mengakselerasi ekonomi domestik lewat kolaborasi ritel modern dan pasar rakyat.
“Kami optimistis target Rp56 triliun dapat tercapai. Dengan ekosistem ritel modern yang kuat dan didukung lebih dari 13.000 pasar rakyat serta 11 juta pedagang, dampaknya di akhir tahun akan sangat signifikan,” ujar Solihin dalam konferensi pers EPIC SALE di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).
Untuk pertama kalinya, EPIC SALE digelar menyatu antara jaringan ritel modern dan pasar tradisional, bekerja sama dengan Pasar Jaya, ASPARINDO, APPSI, KOPPAS, dan INKOPPAS. Langkah ini, kata Solihin, menjadi wujud ritel yang lebih inklusif, tidak hanya terpusat pada toko swalayan.
“Ritel modern dan pasar rakyat harus maju bersama. Pasar rakyat adalah nadi transaksi harian masyarakat Indonesia, dan EPIC SALE memperkuat ekosistem itu,” tegasnya.
Program ini juga mendorong peningkatan daya saing UMKM. APRINDO memastikan produk UMKM tetap mendapat ruang utama melalui kurasi, pembinaan kemasan, dan pendampingan pemasaran.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Film Bioskop Desember 2025, Ada Banyak Genre Horor hingga Drama!
“Sekarang konsumen melihat dua hal: kualitas dan harga. UMKM punya reputasi harga kompetitif, tinggal diperkuat di tampilan dan konsistensi kualitas. Retail modern selalu membuka pintu,” ujar Solihin.
Solihin menjelaskan bahwa periode Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu peak season konsumsi terbesar nasional, dengan peningkatan transaksi yang bisa mencapai 15–23 persen dibanding bulan biasa.
Karena itu, EPIC SALE diproyeksikan menjadi “pengungkit” daya beli, terutama untuk kebutuhan pokok yang selama ini mendominasi transaksi ritel.
Dukungan Penuh Pemerintah
Program ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemenko Pangan, dan Kementerian Perdagangan, terutama terkait stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok selama periode Nataru.
Solihin memastikan stok barang atau bahan pokok tercukupi.
“Nataru datang tiap tahun pada tanggal yang sama, jadi persiapan dilakukan sejak jauh hari. Distributor dan ritel sudah menyiapkan penyimpanan dan stok yang cukup. Tidak ada kekhawatiran kekosongan barang pokok,” katanya.
Meskipun transaksi awal belum melonjak, Solihin menyebut, pola tahunan menunjukkan peningkatan akan terjadi pada pertengahan periode EPIC SALE.
“Biasanya minggu kedua dan ketiga menjadi titik tertinggi. Dalam dua minggu ke depan akan terlihat jelas proyeksinya,” ujarnya.
“Mari kita gerakkan ekonomi rakyat melalui retail dan pasar. EPIC SALE 2025 bukan hanya program diskon, tetapi program pemulihan dan percepatan ekonomi nasional di akhir tahun.”
Baca Juga: Pemerintahan Trump Pecat Delapan Hakim Imigrasi di New York
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









