Produksi Minyak RI Tembus 602 Ribu Barel, Target Lifting 2025 Dipastikan Tercapai

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi minyak bumi hingga 29 Juni 2025 mencapai 602 ribu barel per hari (bph).
Ia pun berharap, peningkatan produksi minyak Blok Cepu yang beberapa waktu lalu baru diresmikan sebesar 30 ribu bph dapat menambah total produksi minyak bumi tersebut.
Selain itu, Bahlil menyampaikan bahwa penambahan produksi minyak juga bisa didapatkan dari beberapa sumur-sumur masyarakat yang saat ini sudah dilegalkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Baca Juga: Groundbreaking Pabrik Baterai EV CATL, Bahlil Serukan Diversifikasi Hilirisasi Selain Tambang
"Jadi kita kemarin baru resmikan tambah 30 ribu barel per day, maka kemudian kalau kita kompilasi, combine dengan target sumur-sumur masyarakat yang sudah berjalan, tapi kemarin baru kita legalkan," jelasnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2025).
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga meyakini bahwa produksi minyak siap jual atau lifting yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar 605 ribu bph dapt tercapai.
"Dengan melihat perkembangan yang ada, hasil kerja keras kita semua, baik Komisi 12, pimpinan dan anggota, kemudian tim yang ada di kami dan seluruh kementrian yang terkait, Alhamdulillah, Insya Allah, bisa kita menyukseskan target pemerintah untuk lifting minyak kita sampai dengan 605 ribu bph bareng di akhir Desember 2025," tuturnya.
Baca Juga: Bahlil: Pabrik Baterai EV di Karawang Bisa untuk 300 Ribu Mobil
Kendati demikian diakuinya untuk tahun 2026, pihaknya hanya mengusulkan lifting minyak berada di kisaran 610 ribu bph. Menurutnya, dibutuhkan konsentrasi dan kerja keras untuk mencapai target tersebut lantaran incline diperkirakan sekitar 10 sampai 15 persen.
"Nah di 2026, disamping kita berusaha untuk menaikkan lifting, kita juga harus menjaga penurunan yang ada. Maka atas dasar itu, kami mengusulkan kepada Komisi 12, karena kami sudah memutuskan dalam RKP, tapi saya akan mengikuti perkembangan masukan dari fraksi-fraksi, kami persilahan nantinya, lifting minyak bumi kita, kita rencanakan sekitar 605 sampai 610 ribu barel per hari. Namun apabila ada perkembangan dari rapat kita hari ini, saya persilahkan saja selama kita sama-sama memutuskan dan bisa dijadikan sebagai rujukan," tegas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









