Terkendala Lokasi, WK Akimeugah di Papua Tak Kunjung Dikelola

AKURAT.CO Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyebut telah banyak perusahaan yang menyatakan minat untuk mengelola wilayah kerja (WK) Akimeugah di Papua.
Hal tersebut disampaikan oleh Penasehat Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf. Namun sayangnya posisi WK Akimeugah yang berada di Taman Nasional Lorentz hanya tersisa sebagian kecil saja.
"Saya lihat banyak juga yang tertarik dengan Akimeugah, hanya saja WK ini masih berada di Taman Nasional Lorentz," ujarnya dikutip Sabtu (18/5/2024).
Dari pihak-pihak yang menunjukkan ketertarikan, Nanang mengiyakan bahwa salah satunya adalah perusahaan asing asal Amerika.
Baca Juga: Pemerintah Lelang 5 WK Migas di Awal 2024
Sekadar informasi, Kementerian ESDM mengatakan pergantian nama ini dilakukan dengan memotong bagian yang berada di dalam wilayah taman nasional agar potensi migasnya dapat segera dikembangkan tanpa harus menunggu restu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Di mana sebagian wilayah WK Akimeugah I dan II masuk ke dalam Taman Nasional Lorentz yang merupakan kawasan konservasi. WK migas yang berlokasi di Papua itu dahulu bernama Cekungan Warim, namun kini telah berganti nama menjadi Blok Akimeugah I dan II.
Sembilan tahun sudah cekungan minyak dan gas (migas) bernama Warim Basin di Papua berstatus open area alias tak menjadi wilayah kerja untuk perusahaan manapun. Syahdan, perusahaan migas asal Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) ConocoPhillips melalui ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd. (COPI) pernah memiliki 80% saham Blok Warim sejak 1997.
Meskipun rekam jejak bisnisnya sudah panjang, pemerintah kala itu tak puas dengan kontrak bagi hasil (production sharing contract/ PSC) dengan COPI. Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencak-mencak lantaran ConocoPhillips tak kunjung melakukan eksplorasi.
Alhasil, lapangan yang tidak dikembangkan oleh ConocoPhillips wajib dikembalikan ke Indonesia pada 2015. Kementerian ESDM mengungkapkan jika Blok Warim menyimpan potensi minyak sebesar 25,96 miliar barel dan potensi cadangan gas bumi sebesar 47,37 triliun cubic feet (TCF).
Dikalikan dengan harga minta mentah (Indonesia Crude Price/ ICP) Agustus 2023 sebesar USD82,59 per barel, maka potensi nilainya mencapai USD2,144 triliun. Dengan kata lain, di bawah tanah Blok Warim tersimpan potensi cadangan minyak senilai Rp34.991 triliun (asumsi kurs Rp15.383 per dolar AS) hanya dari potensi minyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









