Akurat Logo

Golkar Lawan Disinformasi, Sarmuji: Kebenaran Jangan Dikalahkan Algoritma

Moehamad Dheny Permana | 6 November 2026, 21:17 WIB
Golkar Lawan Disinformasi, Sarmuji: Kebenaran Jangan Dikalahkan Algoritma
Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyebut tantangan disinformasi harus dijawab dengan kerja nyata. - Foto: Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Partai Golkar menyoroti tantangan informasi di era digital sekarang ini.

Menurut Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, publik kerap dihadapkan pada disinformasi yang membentuk pandangan keliru mengenai kondisi bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Media dan Penggalangan Opini (Rakornas MPO) di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Forum strategis ini dihadiri oleh para kader dan pengelola media internal partai dari berbagai daerah.

Dalam arahannya, Sarmuji mengingatkan para kader agar tidak tinggal diam menghadapi arus informasi yang tidak sesuai dengan realitas. Pengaruh algoritma digital saat ini sering kali menggeser esensi kebenaran yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

Baca Juga: Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI

Terkait fenomena tersebut, Sarmuji menyampaikan pandangannya mengenai kondisi informasi yang berkembang.

"Kita tahu sekarang, kadang-kadang di era post-truth ini, kadang-kadang kebenaran seolah-olah ditentukan oleh kuatnya algoritma saja, padahal kenyataannya tidak begitu," ujarnya.

Tantangan disinformasi ini harus dijawab dengan kerja nyata dan narasi yang mencerahkan.

"Bagi saya terutama dan bagi DPP Golkar, juga bagi kita semua, sebenarnya tidak ada kegelapan. Yang ada adalah ketiadaan cahaya. Ekosistem digital ini kita bentuk untuk menghadirkan terang, menghadirkan cahaya, agar pandangan orang terhadap Indonesia ini menjadi lebih fair, lebih senyatanya, tidak dipenuhi oleh narasi bahwa Indonesia gelap," jelas Sarmuji.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader untuk bersama-sama membangun optimisme nasional melalui informasi yang berimbang. Gotong royong dalam menyebarkan fakta dinilai sebagai kunci untuk melawan berbagai pesimisme publik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.