BMI Kecam Keras Fitnah Terhadap AHY dalam Kasus Ijazah Jokowi

AKURAT.CO Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI) memberi kecaman keras terhadap beredarnya konten hoaks serta fitnah yang diunggah oleh kanal YouTube "Dibikin Channel".
Konten tidak bertanggung jawab tersebut tanpa dasar yang jelas telah menuduh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Puan Maharani dan Rizieq Shihab bertindak sebagai koordinator dalam penyebaran isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Menurut Ketua Umum DPN BMI, H. Farhan Efendi, M.AP, melalui Ketua Harian DPN BMI, Aditiya Utama didampingi Wakil Ketua Umum, Arnod Sihite bersama tim pengurus DPN BMI pertegas narasi yang dibangun oleh kanal tersebut bukan sekadar informasi salah, melainkan sebuah kejahatan siber terstruktur dan upaya pembunuhan karakter yang jahat untuk merusak citra AHY serta mengganggu stabilitas politik nasional yang saat ini sedang kondusif.
Baca Juga: Arus Balik di Tol Trans Jawa Masih Terkendali, One Way Tahap Dua Dipertahankan
Ia menegaskan tuduhan yang menyebut AHY bersekongkol hingga membiayai gerakan untuk mendelegitimasi mantan kepala negara adalah fitnah murahan yang sangat tidak berdasar dan merupakan serangan personal yang amat keji.
Saat ini, AHY tengah fokus total menjalankan amanah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, selain itu hubungan AHY dengan Jokowi selama ini terjalin sangat harmonis dan produktif.
BMI menilai ada pihak yang tidak suka dengan kinerja AHY, sehingga mereka mencoba menggunakan narasi sampah dan manipulasi teknologi untuk memecah belah tokoh bangsa.
Sebagai organisasi sayap partai, BMI menegaskan bahwa AHY adalah sosok petarung yang gentleman dengan integritas tinggi dan etika militer yang kuat, sehingga sangat tidak logis jika dikaitkan dengan isu ijazah yang sudah basi dan berkali-kali dipatahkan.
Bagi BMI, apa yang dilakukan oleh kanal tersebut adalah bentuk "politik murahan" yang menjijikkan karena menggunakan rekaman suara hasil rekayasa digital demi mengadu domba tokoh bangsa.
Oleh karena itu, BMI mendukung penuh langkah Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat untuk segera menyeret pengelola kanal tersebut ke ranah hukum guna memastikan ruang digital Indonesia bersih dari produsen hoaks.
Lebih dari sekadar langkah hukum formal, BMI juga mengancam akan melakukan investigasi mandiri dan tracing digital untuk mencari dalang di balik kanal "Dibikin Channel". BMI akan mencari tahu siapa yang mendanai dan siapa aktor intelektual di balik konten ini, karena BMI tidak akan membiarkan simbol kepemimpinan AHY diserang oleh pengecut yang bersembunyi di balik layar.
Baca Juga: Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Sebagai peringatan terakhir, BMI memberikan ultimatum terbuka kepada pengelola kanal "Dibikin Channel" dan aktor-aktor di belakangnya untuk segera menghentikan fitnah ini, menghapus konten terkait, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada AHY serta Partai Demokrat.
Terakhir, BMI mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk tetap tenang namun waspada, serta merapatkan barisan dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Jangan pernah sekali-kali mencoba merusak soliditas tokoh bangsa dengan fitnah, atau BMI yang akan bergerak mencari dan mengungkap wajah asli aktor di balik akun tersebut ke publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









