Konsep Partai Tbk PSI Dinilai Gimmick Politik dan Tak Substansial

AKURAT.CO Konsep Partai Super Tbk yang diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Kongres 2025, dinilai hanya strategi pencitraan politik untuk menampilkan diri berbeda dari PDIP dan partai besar lainnya.
"Soal konsep Partai Tbk, saya tetap pada pendapat sebelumnya: itu merupakan gimmick politik untuk meraup simpati publik," tegas Direktur Eksekutif Indonesian Political Review (IPR), Iwan Setiawan, kepada wartawan, Minggu (20/7/2025).
Dia menilai, metode pemilihan ketua umum secara e-voting dan terbuka belum cukup untuk menjadikan PSI sebagai partai terbuka seperti perusahaan terbuka (Tbk).
Baca Juga: Di Kongres PSI 2025, Prabowo Hampir Salah Sebut Bahlil sebagai Ketum Gerindra
"Kalau konsep Tbk hanya diukur dari metodologi pemilihan ketum, bagi saya itu belum bisa memenuhi syarat bisa dikatakan sebagai Tbk,” katanya.
Menurutnya, PSI harus menyusun dan menjelaskan secara rinci konsep Tbk-nya secara institusional. "PSI harus memiliki konsep yang komprehensif terkait penerapan TBK dalam PSI," ujar dia.
Meski mengklaim inklusivitas dan keterbukaan, Iwan menilai PSI tetap dikendalikan oleh satu keluarga, yaitu Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui, PSI mencetak tonggak baru dalam sejarah perpolitikan nasional dengan menjadi partai pertama yang memilih ketua umum melalui sistem pemungutan suara langsung oleh seluruh kader secara nasional.
Baca Juga: PSI Kian Jadi Alat Politik Keluarga Jokowi, Ucapan Partai Bersama Dinilai Hanya Omon-omon
Kaesang Pangarep resmi terpilih sebagai Ketua Umum PSI periode 2025–2030, melalui mekanisme e-voting yang melibatkan lebih dari seratus lima puluh ribu anggota partai di seluruh Indonesia.
Kaesang mengatakan, keberanian PSI menggelar pemilihan ketua umum secara langsung adalah bentuk nyata pembaruan budaya politik yang inklusif dan partisipatif.
"Setidaknya kita sudah berani memulai budaya politik yang baru. One man, one vote. Satu anggota, satu suara," tegas Kaesang, dalam pidato kemenangannya di acara Kongres PSI, yang digelar di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








