Akurat

Dharma-Kun Usung Program Getuk Tular Adab dan Janjikan Internet Gratis untuk Warga Jakarta

Citra Puspitaningrum | 27 Oktober 2024, 21:38 WIB
Dharma-Kun Usung Program Getuk Tular Adab dan Janjikan Internet Gratis untuk Warga Jakarta

AKURAT.CO Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto, memaparkan program unggulan mereka dalam debat Pilkada Jakarta 2024 yang berlangsung pada Minggu (27/10/2024).

Dharma memperkenalkan program utama mereka, Getuk Tular Adab, sebagai solusi ekonomi berbasis adab yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Jakarta.

"Program Getuk Tular Adab adalah sistem ekonomi adab yang menjadi pusaran ekonomi Jakarta untuk mengatasi seluruh persoalan ekonomi," jelas Dharma dalam debat yang diadakan di BCIS Ancol, Jakarta Utara.

Baca Juga: Pramono Anung Janjikan RSUD di Cakung dan Kenaikan Upah Bagi Jumantik hingga Guru Honorer

Calon wakil gubernur Kun Wardana menambahkan bahwa jika terpilih, mereka akan mengutamakan pertumbuhan ekonomi digital sebagai prioritas utama, dimulai dengan penyediaan infrastruktur digital yang merata.

"Untuk mendorong ekonomi digital, kita perlu infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan internet gratis bagi seluruh rumah di Jakarta," ujar Kun.

Program ekonomi digital ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kun mengungkapkan rencana untuk mengembangkan aplikasi JAKi menjadi super aplikasi yang mencakup berbagai layanan, mulai dari kesehatan, pendidikan, keuangan, hingga transportasi.

"Salah satu rencana kami adalah menyediakan aplikasi ojek online yang memberikan kesejahteraan lebih bagi pengemudi, tanpa potongan dan dengan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis untuk perlindungan kerja dan jaminan kematian," jelasnya.

Baca Juga: Debat Kedua Pilkada Jakarta: RIDO Janjikan Keamanan Pasokan Pangan dan Sembako Murah

Kun juga menyatakan, super aplikasi tersebut akan membantu memperbaiki tata kelola Pemprov DKI Jakarta melalui pendekatan yang lebih transparan dan partisipatif.

"Dengan teknologi blockchain, kami ingin memastikan keamanan dan mencegah mismanajemen, korupsi, pungutan liar, serta manipulasi data oleh orang dalam," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.