Pasca Debat Cawapres, Gibran Terpopuler Rajai Percakapan di Berbagai Lini Digital
Paskalis Rubedanto | 22 Januari 2024, 10:53 WIB

AKURAT.CO Pemerhati media, Prabu Revolusi membeberkan sejumlah fakta berupa data percakapan di media digital seputar debat cawapres yang dilaksanakan pada Minggu (21/01/2024) malam.
Dalam data internalnya tersebut, Prabu menunjukkan bahwa cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka berhasil mendominasi percakapan di media sosial maupun pemberitaan digital mengalahkan dua kompetitornya, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Mahfud MD.
“Pembicaraan tentang Gibran mendominasi percakapan dan pemberitaan di dunia digital atau media baru hingga 55,4 persen, sementara itu Cak Imin menempati posisi yang kedua dengan persentase sebesar 29,4 persen, dan Pak Mahfud di posisi ketiga dengan persentase sebesar 15,2 persen” ujar Prabu dalam keterangannya, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Prabu Revolusi Dikabarkan Pindah ke Kubu Prabowo-Gibran, Perindo: Pergi Satu Tumbuh Seribu
Prabu juga menjelaskan lebih rinci volume percakapan yang ada pasca debat cawapres 2024. Dari data yang dihimpun, menunjukkan bahwa Gibran menempati total volume percakapan sebanyak 225,063 diikuti oleh Cak Imin sebesar 119,425 dan Mahfud sebesar 61,522.
Adapun penjabaran lebih lanjut yang dia tunjukkan, impresi potensial mengikuti total percakapan yang ada. Artinya Gibran yang memuncaki peringkat pertama secara percakapan turut memimpin impresi potensialnya sebesar 3,1 miliar, diikuti oleh Cak Imin sebesar 2,3 miliar, dan Mahfud sebesar 982,7 juta impresi potensial.
“Dari data ini kita bisa melihat bahwa Gibran Rakabuming mendominasi perhatian dari publik terutama publik yang menyaksikan melalui beberapa platform sosial media maupun pemberitaan online,” ucapnya.
Terkait dengan sentimen yang turut muncul dari percakapan-percakapan digital saat berlangsungnya debat cawapres, Prabu menilai bahwa utamanya sentimen ini lahir dari fanbase-fanbase pendukung pasangan calon di pilpres 2024.
“Fanbase tentu akan memberikan sentimen positif apapun yang cawapresnya lakukan, sementara itu akan memberikan sentimen negatif pada cawapres kompetitornya” tuturnya.
Selain volume percakapan, Prabu juga menjelaskan ada parameter yang bisa digunakan untuk melihat bagaimana popularitas cawapres di media sosial. Misalnya dari jumlah likes, comment, engagement, maupun reach dari data yang tersedia. Dan Gibran berhasil memenangkan sejumlah parameter tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






