Kritik Jimly Soal Ide Pemakzulan Jokowi: Ada Pihak Takut Kalah
Atikah Umiyani | 15 Januari 2024, 15:32 WIB

AKURAT.CO Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengkritik adanya upaya pemakzulan Presiden Joko Widodo. Ia menduga, upaya tersebut untuk mengalihkan perhatian pihak-pihak yang takut kalah di pilpres 2024.
Melalui akun Twitter resminya, @JimlyAs, Jimly menyampaikan pendapat tersebut dan mengaku bingung dengan teori pemakzulan yang mengemuka menjelang pemilu.
"Aneh, 1 bulan ke pemilu kok ada ide pemakzulan presiden. Ini tidak mungkin, kecuali cuma pengalihan perhatian atau karena pendukung paslon, panik dan takut kalah," tulis Jimly dalam akun X pribadinya, Senin (15/1/2024).
Dia menilai, waktu satu bulan tidak cukup untuk mendapatkan dukungan formal dari anggota DPR dan MPR. Jimly mengimbau semua pihak memusatkan upayanya untuk memastikan Pemilu 2024 sukses.
"Satu bulan ini mana mungkin dicapai sikap resmi dari 2/3 anggota DPR dan dukungan dari 2/3 anggota MPR setalah dari MK. Mari fokus saja sukseskan pemilu," ujarnya.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni sependapat dengan Jimly. Menurut Sahroni, salah satu paslon mungkin mendapat manfaat dari sengaja mengangkat isu pemakzulan.
"Saya sependapat dengan Prof. Jimly. Mungkin isu pemakzulan ini sengaja diangkat untuk mengalihkan isu atau menciptakan persepsi tertentu demi keuntungan salah satu pasangan calon,” ujar Sahroni dikutip, Senin (15/1/2024).
Anggota DPR asal Daerah Pemilihan 3 DKI Jakarta ini mengklarifikasi, sangat sulit atau hampir tidak mungkin mencopot Presiden Joko Widodo dari jabatannya. Ia mengatakan, pemerintahan Jokowi hanya tinggal menyisakan satu tahun lagi.
"Proses pemakzulan ini sangat sulit dan memakan waktu, bahkan saya katakan hampir tidak mungkin dilakukan, terlebih lagi pemerintahan hanya memiliki waktu kurang dari satu tahun," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







