PDIP Solo Singgung Intimidasi Saat Polisi Patroli, RN: Jangan Playing Victim!

AKURAT.CO Ketua Umum Rampai Nusantara (RN), Mardiansyah menilai, patroli petugas kepolisian di kantor DPC PDIP Solo beberapa waktu lalu merupakan hal wajar dan dilakukan juga di kantor-kantor partai lain.
Maka, PDIP tidak perlu merasa keberatan apalagi menganggap sebagai bentuk intimidasi.
“Sudah kewajiban kepolisian menjaga ketertiban di masyarakat, maka sangat wajar jika menjelang pemilu yang suhunya sudah mulai menghangat seperti saat ini mereka melakukan kunjungan ke kantor-kantor partai politik, jangan playing victim terus dong, masa patroli saja dibilang intimidasi dibumbui lagi katanya ada intervensi padahal tidak ada sama sekali,” tegas Mardiansyah, Sabtu (11/11/2023).
Aktivis 98 ini mengatakan, pihaknya justru mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah memulai melakukan kunjungan ke pihak-pihak yang akan terlibat langsung dalam pemilu 2024 yakni partai politik dan relawan pemenangan capres-cawapres.
“Jangankan kantor partai politik, kami di Rampai Nusantara aja sering dipatroli oleh mereka dań kami apresiasi betul langkah-langkah kepolisian tersebut sebagai bentuk untuk menjaga ketertiban menjelang pemilu,” kata dia.
Ia menyayangkan jika upaya humanis dan pendekatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dianggap sebagai tindakan intimidasi atau intervensi.
Dalam situasi politik yang suhunya terus meningkat memang sebaiknya kepolisian lebih dekat dan terus memonitor secara rutin agar jika ada sesuatu yang dapat mengganggu pemilu dapat segera diatasi secara bersama.
“Baik kasus di Solo maupun pengakuan ketua BEM UI yang merasa di intimidasi tapi tak ada bukti kuat itu betul-betul kami sayangkan, justeru kami curiga jangan-jangan sengaja mereka yang buat lalu dihebohkan sendiri oleh mereka juga untuk membangun opini merasa di intimidasi dengan maksud menarik simpati masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mardiansyah mengajak kepada seluruh pihak apalagi yang terlibat langsung dalam gelaran pemilu 2024 sepeti partai politik untuk tidak mencoba membuat kegaduhan publik.
“Pemilu adalah hajat bersama, terlebih partai politik yang akan terlibat secara langsung menjadi kontestan, jadi harusnya sama-sama menjaga ketentraman dan tidak membuat gaduh,” pungkas Mardiansyah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






