Akurat Logo

STAINI Resmi Alih Status Menjadi IAINI, Komitmen Lahirkan Generasi Unggul dan Berkarakter

Lufaefi | 22 Oktober 2026, 15:00 WIB
STAINI Resmi Alih Status Menjadi IAINI, Komitmen Lahirkan Generasi Unggul dan Berkarakter
Logo Institut Agama Islam Nurul Iman Parung Bogor - Dok. STAINI

AKURAT.CO Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) resmi beralih status menjadi Institut Agama Islam Nurul Iman (IAINI) Parung-Bogor. Perubahan status kelembagaan tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan pengembangan pendidikan tinggi Islam di lingkungan Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman.

Peresmian Institut Agama Islam Nurul Iman berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Masjid Thoha, Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor.

Peresmian dilakukan oleh Rektor Institut Agama Islam Nurul Iman Parung-Bogor, Dr. Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si. Acara tersebut dihadiri segenap sivitas akademika Institut Agama Islam Nurul Iman.

Berdasarkan informasi dalam materi peresmian, perubahan status tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 892 Tahun 2026.

Baca Juga: Direktur PSKP UIN Jakarta: RM Margono Djojohadikusumo Layak Jadi Pahlawan Nasional

Alih status dari sekolah tinggi menjadi institut menandai babak baru bagi IAINI dalam memperluas kiprah pendidikan tinggi Islam. Perubahan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membuka ruang pengembangan pendidikan, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih luas.

Dalam momentum peresmian, IAINI mengusung prinsip “Free and Quality Education Supported by Social Entrepreneurship”. Prinsip tersebut menjadi landasan semangat institusi untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus memiliki keberpihakan terhadap kemaslahatan sosial.

IAINI berkomitmen melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, kompeten, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa.

Komitmen tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat. Perguruan tinggi Islam tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu keislaman, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, keterampilan profesional, jiwa kewirausahaan, dan kepekaan terhadap persoalan sosial.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi