Akurat Logo

Akademisi FEB UIN Jakarta Terima Dana Riset Unggulan MoRa The Air Funds 2026

Saeful Anwar | 21 September 2026, 21:50 WIB
Akademisi FEB UIN Jakarta Terima Dana Riset Unggulan MoRa The Air Funds 2026
UIN Jakarta.

AKURAT.CO Sejumlah akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menerima dana riset unggulan dari MoRa The Air Funds 2026.

Para akademisi tersebut yakni Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si., Rizqon Halal Syah Aji, Ph.D., Yoghi Citra Pratama, Ph.D., dan Dr. Asyari Hasan.

Mereka mengusung riset bertema “Inklusi Keuangan Syariah untuk Mendukung Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran.”

Adapun penelitian yang dilakukan berjudul “The Antecedents and the Consequences of Sharia Financial Inclusion in Indonesia, Malaysia and Turkey: Development of IT-Based Economic-Value and Socio-Religiosity Indices for Empowering Ummah.”

“Riset lintas negara itu bertujuan mengkaji inklusi keuangan syariah secara menyeluruh, baik dari sisi faktor-faktor yang mendorongnya maupun dampaknya terhadap masyarakat,” ujar Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Menurut Ibnu, penelitian yang membandingkan Indonesia, Malaysia, dan Turki tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, serta praktik terbaik dalam memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan syariah.

“Dengan membandingkan Indonesia, Malaysia, dan Turki, penelitian itu diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang, dan praktik terbaik dalam memperluas akses serta pemanfaatan layanan keuangan syariah,” tambahnya.

Kembangkan Tiga Indeks

Ibnu menjelaskan, kajian tersebut juga menelaah nilai ekonomi serta perubahan perilaku sosial-keagamaan yang berkaitan dengan peningkatan inklusi keuangan syariah.

Hal itu mencakup pengambilan keputusan keuangan, partisipasi sosial, religiositas, hingga kualitas hidup masyarakat.

“Termasuk dalam pengambilan keputusan keuangan, partisipasi sosial, religiositas, dan kualitas hidup,” kata Ibnu.

Riset tersebut ditargetkan menghasilkan tiga instrumen pengukuran.

Pertama, indeks inklusi keuangan syariah yang lebih komprehensif atau MSSFII.

Kedua, indeks nilai ekonomi inklusi keuangan syariah atau EVISFI.

Ketiga, indeks perubahan perilaku sosial-keagamaan atau SRISFI.

Baca Juga: ​Langkah Tegas Erin Wartia, Resmi Laporkan Rieke Diah Pitaloka ke MKD DPR RI Usai Tudingan Intimidasi ART

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.