Cegah Kecelakaan, Sopir Transjakarta Harus Lapor Kondisi Kesehatan Lewat Layanan Hotline

AKURAT.CO PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar apel keselamatan di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, Jalan Otista, Jakarta Timur. Apel keselamatan ini diikuti oleh 500 pramudi guna meningkatkan profesionalisme saat menjalankan tugas.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan apel keselamatan dan buka puasa bersama ini dilaksanakan sebagai repons perusahaan terhadap kejadian kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu. Kegiatan ini juga melibatkan mitra operator serta perwakilan pramudi dari seluruh operator Transjakarta.
"Melalui kegiatan ini, kami juga memberikan apresiasi kepada para pramudi. Pada tahun 2025, total pelanggan Transjakarta mencapai 413 juta orang. Sehingga, menjadikan Transjakarta sebagai ekosistem transportasi publik terbesar di Indonesia," kata Welfizon kepada wartawan, dikutip Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Dua Transjakarta Adu Banteng di Jalan Layang Cipulir, Pengawasan Digital Harus Diperkuat
Dia menegaskan, kegiatan ini bertujuan mengingatkan kembali tanggung jawab, komitmen, serta kedisiplinan seluruh ekosistem Transjakarta, khususnya pramudi dalam menjaga aspek keselamatan layanan.
Keselamatan harus diawali dengan kejujuran, terutama terkait kondisi fisik pramudi maupun kelayakan kendaraan. Pramudi diharapkan melaporkan setiap kondisi atau kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.
"Kami berkomitmen faktor keselamatan menjadi prioritas agar mampu menyelamatkan banyak nyawa dan meminimalkan kerugian," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, PT Transjakarta juga meluncurkan layanan hotline pramudi sebagai sarana komunikasi bagi pramudi saat bertugas, terutama ketika mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.
"Melalui layanan ini pramudi dapat segera menghubungi petugas dan menepikan kendaraan agar penumpang dapat dialihkan ke bus berikutnya," jelasnya.
Baca Juga: Dua Transjakarta Adu Banteng di Jalur Layang Cipulir, Proses Investigasi Masih Berlangsung
Dia menambahkan, kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta di Koridor 13 Jalan Layang Non Tol Cipulir menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang. Usai insiden itu, seluruh pramudi yang bertugas di Koridor 13 menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum beroperasi.
"Saya minta seluruh pramudi agar terus menjaga profesionalisme untuk memastikan layanan Transjakarta tetap aman dan nyaman bagi masyarakat," pungkasnya.
Apel keselamatan ini juga diisi dengan kegiatan safety talk yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, pengamat transportasi Djoko Setijowarno, dan Darmaningtyas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







