Menko Sugiono: Pemuda adalah Penggerak Perubahan untuk Indonesia Maju

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Sugiono, mengajak generasi muda Indonesia menjadi penggerak perubahan yang aktif berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia di tengah tantangan dan persaingan global. Untuk itu, dia mengajak generasi muda menentukan peran yang ingin mereka ambil dalam kehidupan.
Dia membagi manusia ke dalam tiga kelompok, yakni mereka yang menciptakan perubahan (those who make things happen), mereka yang menyaksikan perubahan (those who see things happen), dan mereka yang bahkan tidak memahami apa yang sedang terjadi (those who ask what happened).
Baca Juga: Jelang Seabad Hari Sumpah Pemuda, Indonesia Bergerak Menjadi Lebih Baik
Sugiono kemudian menanyakan kelompok mana yang ingin dipilih para peserta generasi muda. Mayoritas peserta memilih kelompok pertama, yakni mereka yang membuat perubahan terjadi.
Dia berharap, pilihan tersebut mencerminkan optimisme generasi muda untuk mengambil peran dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
"Artinya ada harapan optimisme ke depan negara ini akan menjadi negara besar. Negara maju karena anak-anak muda adalah 'those who make things happen'," kata dia dalam keterangannya, Jumat (31/10/2026).
Menurutnya, semangat menciptakan perubahan juga tercermin dalam sejarah Sumpah Pemuda pada 1928. Jauh sebelum Indonesia merdeka, para pemuda dari berbagai suku dan latar belakang menyatukan tekad untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yakni Indonesia.
Baca Juga: Dari Solo untuk Indonesia, Pemuda Suarakan Peran Aktif dalam Agenda Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ikrar tersebut menunjukkan keberanian generasi muda pada masanya dalam memperjuangkan cita-cita besar, meskipun menghadapi penjajahan dan keterbatasan akses pendidikan.
"Mereka bermimpi untuk jadi bagian dari sebuah negara yang bahkan merdeka saja belum. Tantangan yang mereka hadapi saat itu kita masih dijajah, tidak ada kebebasan. Hanya golongan kecil yang boleh mendapatkan pendidikan. Tapi semua tantangan itu mereka hadapi demi sebuah mimpi untuk melihat bangsanya merdeka," tambahnya.
Dari sejarah tersebut, Sugiono menekankan bahwa keberagaman merupakan anugerah sekaligus kekuatan bangsa yang harus dijaga. Perbedaan suku dan latar belakang tidak seharusnya menjadi pemisah, melainkan modal untuk membangun Indonesia secara bersama-sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah









