Akurat Logo

Presiden Prabowo Minta Rekrutmen TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar

Moehamad Dheny Permana | 7 Oktober 2026, 19:47 WIB
Presiden Prabowo Minta Rekrutmen TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar
Menko Polkam, Dudung Abdurachman, mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kontribusi TNI-Polri dalam mendukung program pemerintah. - Foto: Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme anggota TNI dan Polri dalam menghadapi perkembangan tantangan keamanan global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, usai mengikuti taklimat Presiden RI kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dudung menyampaikan, dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah.

"Atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah, baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau (Presiden Prabowo) mengapresiasi," ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi, Presiden Prabowo turut memberikan perhatian terhadap penguatan sumber daya manusia TNI dan Polri.

Baca Juga: Kumpulkan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri, Prabowo Beri Gambaran Tantangan yang Dihadapi RI

Menurut Dudung, sistem rekrutmen ke depan perlu mempertimbangkan kemampuan intelektual calon prajurit maupun anggota kepolisian.

"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh tapi dia pintar," jelasnya.

Penekanan tersebut tidak terlepas dari tantangan pertahanan dan keamanan masa depan yang makin kompleks.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas personel turut menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo.

"Karena tantangan ke depan ini kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak presiden. Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan, satu bagaimana profesionalisme prajurit perlu ditingkatkan baik pendidikan maupun Latihan," jelas Dudung.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.