Survei: Gen Z dan Milenial Merasa Puas dengan Program MBG

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons positif dari generasi muda. Survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan, tingkat kepuasan terhadap MBG mencapai 54,6 persen di kalangan Gen Z dan 50,4 persen pada kelompok Milenial.
Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an, mengatakan angka tersebut diperoleh dari hasil cross-tabulation berdasarkan kelompok usia. Gen Z dalam survei itu mencakup responden berusia 17-23 tahun, sedangkan Milenial berusia 24-39 tahun.
"Kalau kita lihat berdasarkan kelompok usia, Gen Z atau responden usia 17 sampai 23 tahun yang menyatakan puas terhadap program MBG mencapai 54,6 persen. Sementara pada kelompok Milenial, usia 24 sampai 39 tahun, tingkat kepuasannya berada di angka 50,4 persen," kata Ali dalam rilis survei nasional bertajuk "Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran" di kawasanJakarta Pusat, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Survei ASI: 48,7 Persen Responden Merasa Puas terhadap Program MBG
Tingginya kepuasan pada dua kelompok generasi tersebut, menunjukkan MBG mendapat penerimaan relatif positif dari kelompok usia muda yang menjadi bagian penting dari struktur demografi Indonesia.
"Ini menarik karena ketika kita lihat berdasarkan kelompok usia, tingkat kepuasan Gen Z mencapai 54,6 persen dan Milenial 50,4 persen. Artinya, pada dua kelompok generasi ini terdapat kecenderungan penilaian yang positif terhadap program MBG," ujarnya.
Ali mengatakan, respons positif itu tidak terlepas dari karakter MBG yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Gus Kikin Soroti Integritas Pengelola MBG di Tengah Kasus Keracunan
Meski mendapat respons positif, dia mengingatkan pemerintah agar tidak berhenti pada capaian kepuasan publik. Evaluasi terhadap pelaksanaan MBG tetap diperlukan untuk memastikan kualitas program dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Yang paling penting sekarang adalah bagaimana pemerintah menjaga kualitas pelaksanaan program. Kepuasan publik harus menjadi masukan untuk terus memperbaiki program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," jelasnya.
Survei ASI tersebut digelar pada 23-29 Juli 2026 di 38 provinsi dengan melibatkan 1.200 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil







