Program Pemerintah Harus Berdampak Nyata, APBN Wajib Berpihak kepada Rakyat

AKURAT.CO Program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat kedaulatan nasional.
Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga harus diukur berdasarkan dampaknya terhadap kesejahteraan rakyat, bukan sekadar realisasi belanja pemerintah.
Deputi Direktur Pradipa Institute, Agus Surono, mengatakan setiap program yang didanai APBN harus menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari meningkatkan daya beli, menciptakan lapangan kerja, hingga mengurangi kesenjangan sosial.
"Setiap rupiah APBN adalah uang rakyat. Karena itu, implementasi program pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat daya beli, membuka lapangan kerja, dan memperkecil ketimpangan sosial," kata Agus di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia menilai efektivitas pelaksanaan program prioritas nasional perlu terus dievaluasi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Agus menekankan pentingnya memperkuat komunikasi publik pemerintah di tengah derasnya arus informasi dan tingginya polarisasi di ruang digital.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan juru bicara yang memahami substansi kebijakan sekaligus mampu menyampaikannya secara jelas kepada publik.
"Pemerintah memerlukan juru bicara yang ekspert, komunikatif, dan memahami substansi kebijakan secara mendalam. Kehadiran komunikator publik yang kredibel sangat penting untuk meminimalisir persepsi negatif, menghindari disinformasi, dan menjaga kepercayaan publik," ujarnya.
Agus menilai lemahnya komunikasi publik kerap membuat program pemerintah yang sebenarnya bermanfaat tidak dipahami masyarakat. Karena itu, pola komunikasi harus lebih terbuka, dialogis, dan berbasis data.
Di sisi lain, ia menegaskan masyarakat sipil memiliki peran penting sebagai pengawas jalannya pemerintahan.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif merupakan bagian dari mekanisme demokrasi untuk memastikan kebijakan tetap berpihak kepada kepentingan publik.
Baca Juga: Putusan MK: Program MBG Tak Lagi Boleh Didanai dari Anggaran Pendidikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









