Semua Wali Kota Didorong Perkuat Inovasi untuk Tingkatkan PAD dan Pelayanan Publik

AKURAT.CO Para wali kota di Indonesia didorong untuk terus memperkuat inovasi dan kepemimpinan adaptif. Guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Tahun 2026 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyatakan berbagai tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini harus dijawab dengan inovasi dan kepemimpinan yang mampu menghasilkan solusi nyata.
"Banyak cobaan dan ujian yang dihadapi kepala daerah hari ini. Namun, sejatinya jawabannya ada di bapak-ibu sendiri. Praktik-praktik terbaik itu ada di kawan-kawan kita sendiri. Kami di Kemendagri melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota mampu menjadi survivor dan transformer melalui berbagai inisiatif kepemimpinan," ujar Bima Arya, dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Ia menjelaskan, kepala daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik global, mengawal kebijakan nasional, hingga memenuhi janji kampanye.
Di tengah kondisi tersebut, kemampuan berinovasi menjadi kunci agar pemerintah daerah tetap mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Maluku Optimalkan Potensi Maritim
Peningkatan PAD tidak cukup mengandalkan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut harus dibarengi dengan reformasi tata kelola pendapatan, digitalisasi yang tepat sasaran, kolaborasi, serta kepemimpinan yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.
Bima Arya juga mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang berhasil meningkatkan PAD dan pelayanan publik melalui berbagai inovasi.
"Best practices itu banyak. Pak menteri juga sering menyebut kota-kota yang langsung melakukan langkah-langkah inovasi, seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru," ujarnya.
Selain memperkuat tata kelola pendapatan, Bima Arya mengajak pemda membangun identitas kota, atau city branding, yang kuat. Menurutnya, city branding bukan sekadar pencitraan, melainkan strategi untuk memperkuat daya saing daerah, menarik investasi, mengembangkan pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan PAD.
Pengembangan sport tourism juga menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan daerah.
Baca Juga: Wamendagri Minta Mahasiswa Unhan NTT Siapkan Visi dan Disiplin untuk Jadi Pemimpin Masa Depan
Setiap kota memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga perlu dikembangkan melalui kolaborasi antara pemda, komunitas, dan pelaku kreatif.
Selain itu, para kepala daerah juga diingatkan agar terus menjaga integritas, memperkuat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, serta saling belajar dari praktik-praktik terbaik antardaerah.
"Kolaborasi dan kepemimpinan yang inovatif menjadi modal penting bagi pemerintah kota untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan," Bima Arya berpesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









