Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Pemerintah Masih Punya Sumber Daya Atasi Tekanan Ekonomi

AKURAT.CO Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyambut positif penguatan rupiah dan IHSG yang terjadi pada 9-10 Juni 2026. Menurutnya, perkembangan tersebut merupakan kabar baik bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Alhamdulillah, ada good news untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik, a good beginning," tulis SBY melalui akun media sosial X @SBYudhoyono, dikutip Kamis (11/6/2026).
Menurut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, penguatan rupiah dan pasar saham menunjukkan pemerintah masih memiliki instrumen kebijakan yang memadai untuk menghadapi tekanan ekonomi.
Baca Juga: Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp17.900, Ditopang Kenaikan BI-Rate
Kondisi tersebut sekaligus mengonfirmasi pandangannya yang pernah disampaikan pada Mei 2026. Bahwa pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengendalikan situasi.
"Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini," ujarnya.
SBY juga menyoroti peran kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia bersama pemerintah dalam menghentikan pelemahan rupiah dan IHSG, yang sebelumnya berlangsung secara beruntun.
Dia menilai, sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah berhasil meredam tekanan pasar yang berpotensi semakin dalam apabila tidak segera direspons.
"Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis dalam jumlah yang besar," katanya.
Menurutnya, pelemahan yang terjadi sebelumnya tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi riil seperti kondisi fiskal dan APBN, tetapi juga sentimen psikologis serta persepsi pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Bos BI Bidik Rupiah di Rp16.800 di 2027 Lewat Strategi Ini
Karena itu, dia berharap pemerintah melanjutkan berbagai langkah stabilisasi ekonomi untuk menjaga momentum pemulihan yang mulai terlihat.
Pemerintah juga diminta fokus menyehatkan APBN, mengendalikan utang negara, menjaga stabilitas harga barang dan jasa, serta memulihkan kepercayaan investor.
Selain itu, komunikasi pemerintah kepada publik dan pelaku pasar perlu terus diperkuat agar setiap kebijakan dapat dipahami dengan baik dan tidak memunculkan spekulasi yang berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








