May Day Jadi Pengingat Masalah Upah hingga Ancaman PHK

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, menegaskan, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para pekerja, tetapi juga momentum refleksi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih terjadi di Indonesia.
Menurutnya, sejumlah isu krusial seperti upah yang belum memenuhi kebutuhan hidup layak hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi tantangan serius yang perlu segera ditangani.
“Pekerja adalah penggerak utama roda ekonomi. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak yang menghadapi tekanan, baik dari sisi upah yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak maupun meningkatnya risiko PHK,” ujar Sari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Ia menekankan bahwa apresiasi terhadap pekerja harus diiringi langkah konkret dalam memperbaiki sistem ketenagakerjaan.
Kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh, termasuk jaminan upah yang adil dan perlindungan kerja yang memadai, dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Selain itu, Sari juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap praktik ketenagakerjaan yang merugikan pekerja, seperti sistem kerja tidak pasti dan minimnya jaminan sosial.
Isu gelombang PHK di sejumlah sektor turut menjadi perhatian.
Ia mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas lapangan kerja serta memastikan perlindungan bagi pekerja yang terdampak.
Baca Juga: Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Usai Banjir, Aktivitas Pasar Kembali Bergeliat
“Jangan sampai pekerja menjadi pihak yang paling dirugikan dalam situasi ekonomi yang menantang. Negara harus hadir memastikan ada perlindungan dan solusi,” tegasnya.
Dalam momentum May Day, Sari mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga serikat pekerja, untuk memperkuat dialog dan mencari solusi bersama demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Ia menilai peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan pekerja masih panjang dan membutuhkan komitmen kolektif untuk mewujudkan keadilan sosial di dunia kerja.
“Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Semoga kerja keras para pekerja benar-benar berbuah pada kehidupan yang lebih layak, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana










