Gebrakan Sektor Kesehatan Pemerintahan Prabowo: 66 RSUD Naik Kelas, 21 Rumah Sakit Diresmikan Bulan Depan

AKURAT.CO Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus memacu pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok negeri.
Fokus utama saat ini menyasar pada peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa agenda besar ini bertujuan menaikkan kelas 66 RSUD dari tipe D dan D Pratama menjadi tipe C.
Target ambisius tersebut diproyeksikan tuntas sepenuhnya dalam rentang waktu periode 2025 hingga 2027.
"Periode 2025 hingga 2027 Presiden Prabowo menargetkan peningkatan kelas 66 RSUD dari tipe D dan D Pratama ke tipe C," ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Genteng Hasil Olahan Sampah Masuk Anggaran Program Perbaikan Rumah
Pemerintah telah membagi jadwal pengerjaan secara sistematis. Sebanyak 22 RSUD ditargetkan rampung pada 2025, disusul 20 RSUD pada tahun 2026 ini, dan 24 RSUD lainnya pada tahun depan yang kini masuk tahap persiapan.
Mengenai progres tahun 2025, Qodari memberikan kabar baik terkait capaian fisik bangunan. Sebagian besar rumah sakit yang masuk dalam daftar prioritas tersebut kini sudah berdiri tegak dan siap melayani masyarakat.
"Pertama, 22 RSUD ditargetkan pada tahun 2025 di mana alhamdulillah 17 telah selesai dan 5 lainnya sedang dalam penyelesaian dengan capaian 90 persen," katanya..
Lebih lanjut, Qodari memaparkan status terkini pembangunan 32 RSUD yang terbagi dalam tiga batch pelaksanaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit dinyatakan sudah siap untuk segera dioperasikan secara resmi oleh kepala negara.
"Dari total 32 rumah sakit tersebut 21 telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden yang direncanakan pada bulan Mei 2026," ungkapnya.
Baca Juga: Prabowo: Dalam Dua Sampai Tiga Tahun Kita Harus Kendalikan Sampah di Seluruh Indonesia
Meski mayoritas berjalan lancar, ia tidak menampik adanya kendala pada satu titik pembangunan di Sulawesi Tenggara. Kendala teknis di lapangan membuat satu rumah sakit harus tertunda peresmiannya namun tetap dalam pengawasan ketat pemerintah.
"Perlu saya sampaikan secara terbuka bahwa satu RSUD, yaitu kabupaten Kolaka Timur belum dapat diresmikan karena ada kendala pembangunan di lapangan," kata Qodari.
Peningkatan status ke tipe C ini tidak hanya soal fisik bangunan, tetapi juga ketersediaan tenaga medis. Sebanyak 21 RSUD yang akan diresmikan dipastikan sudah memiliki tujuh formasi dokter spesialis dasar untuk menjamin mutu pelayanan.
"Masyarakat di daerah-daerah tersebut tidak perlu lagi bepergian jauh untuk mendapatkan layanan spesialis," pungkas Qodari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








