Punya Potensi Besar, Cak Imin Ajak Alumni Universitas Terbuka Jadi Agen Pemberdayaan Masyarakat

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut bahwa Universitas Terbuka memiliki potensi besar dengan jumlah alumni mencapai 2,3 juta orang yang tersebar di berbagai sektor dan wilayah Indonesia.
Potensi ini menjadi modal sosial yang sangat kuat, untuk mendorong pemberdayaan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Dia juga mengajak seluruh alumni Universitas Terbuka, untuk berperan aktif sebagai agen pemberdayaan melalui berbagai inisiatif.
Ada beberapa inisiatif yang bisa dilakukan mulai dari penguatan riset dan kajian berbasis kebutuhan lapangan, dukungan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, keberlanjutan pendidikan lulusan Sekolah Rakyat, pengembangan UMKM alumni, serta perluasan layanan kesehatan preventif melalui program cek kesehatan gratis.
Baca Juga: PT DPM Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Dairi Sepanjang 2025
"Kami mengajak seluruh alumni Universitas Terbuka untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaya. Pemberdayaan masyarakat adalah amanat konstitusi yang harus kita jalankan bersama," ucap pria yang akrab dipanggil Cak Imin, saat membuka Seminar Nasional Ikatan Alumni (IKA) Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kemenko PM dan Universitas Terbuka juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan sinergi dalam mendukung pelaksanaan kebijakan bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya program-program prioritas Presiden Prabowo.
Baca Juga: Pengurus PDKN Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Dia mengapresiasi lahirnya forum tersebut yang menjadi ruang kolaborasi dalam memikirkan masa depan pemberdayaan masyarakat. "Saya yakin, Alumni Universitas Terbuka, sangat terbuka pada perubahan dan juga siap menjadi pembuka gerbang kemajuan bangsa," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Cak Imin menekankan pentingnya perubahan paradigma pembangunan sosial dari pendekatan karitatif menuju pemberdayaan. Dia menilai bahwa bantuan sosial tetap diperlukan sebagai perlindungan dasar, namun pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan dampak jangka panjang.
"Pengentasan kemiskinan harus ditopang oleh penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha yang luas bagi masyarakat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






