Presiden Prabowo Minta Natal Nasional Digelar Sederhana, 70 Persen Dana Dialokasikan untuk Aksi Sosial

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meminta panitia Natal Nasional 2025 untuk memastikan perayaan Natal tahun ini digelar secara sederhana dengan menekankan dampak sosial yang nyata.
Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, mengatakan, sebagian besar dana Natal Nasional dialokasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar perayaan Natal dilaksanakan dengan sederhana. Yang penting bermanfaat dan berdampak positif bagi sesama," ujar Ara, dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025).
Panitia Natal Nasional 2025 menetapkan sebanyak 70 persen dana yang terkumpul dari donatur dialokasikan untuk aksi sosial. Sementara perayaan liturgis dan seremoni di Istora Senayan, Jakarta, hanya menggunakan 30 persen anggaran.
Ara menyebut kebijakan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana alam, khususnya di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di mana ribuan orang masih tinggal di pengungsian dan rumah tidak layak huni.
Baca Juga: Natal 2025, Posko Pengungsian di Sumut Disulap Jadi Tempat Ibadah
"Jumlah korban meninggal sudah di atas seribu orang. Karena itu, Natal harus sungguh-sungguh menghadirkan kepedulian," katanya.
Aksi sosial Natal Nasional 2025 mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur dasar.
Di bidang pendidikan, panitia menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 1.000 penerima manfaat di sepuluh wilayah, termasuk Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Mentawai, dan Nias.
Selain itu, sebanyak 20.000 paket sembako disalurkan ke sepuluh wilayah, 35 unit ambulans ditempatkan di daerah prioritas, serta Rp10 miliar dialokasikan untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi.
Juga disalurkan bantuan bagi 3.000 penerima dari kalangan anak sekolah minggu, guru agama, paduan suara gereja, anak yatim, dan penyandang disabilitas dengan total Rp4,5 miliar.
Tak hanya itu, bantuan infrastruktur berupa pembangunan dua jembatan di Papua Pegunungan dan aula sekolah teologi di Wamena juga menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial.
"Pendanaan Natal Nasional berasal dari gotong royong panitia serta dukungan berbagai individu dan komunitas lintas agama. Dan seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka dan transparan," jelas Ara.
Baca Juga: Menag Ajak Umat Kristiani Maknai Natal 2025 sebagai Ruang Pemulihan Keluarga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








