Apa Itu Ikan Nila Dagu Hitam? Kenali Ciri, Asal, dan Dampaknya bagi Ekosistem

AKURAT.CO Apa itu ikan nila dagu hitam? Pertanyaan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah spesies yang dikenal sebagai blackchin tilapia menjadi sorotan di Thailand. Ikan ini bukan sekadar jenis nila yang umum dikonsumsi, melainkan spesies berbeda dengan nama ilmiah Sarotherodon melanotheron yang berasal dari wilayah Afrika Barat.
Ikan nila dagu hitam mendapat perhatian karena kemampuannya beradaptasi pada berbagai kondisi perairan. Di Thailand, keberadaannya telah menyebar ke sejumlah wilayah dan dikategorikan sebagai spesies invasif yang dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem serta aktivitas perikanan.
Baca Juga: Kalender Jawa 16 September 2026: Watak Rabu Legi dan Aktivitas yang Cocok Dilakukan
Lantas, seperti apa ciri ikan nila dagu hitam, dari mana asalnya, dan mengapa ikan ini dapat menjadi masalah bagi lingkungan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Ikan Nila Dagu Hitam?
Ikan nila dagu hitam atau blackchin tilapia merupakan ikan dari keluarga Cichlidae dengan nama ilmiah Sarotherodon melanotheron. Spesies ini masih berada dalam kelompok ikan siklid yang sama dengan beberapa jenis ikan nila dan ikan lainnya, tetapi secara ilmiah bukan merupakan ikan nila yang sama dengan Nile tilapia (Oreochromis niloticus).
Nama “dagu hitam” merujuk pada bagian bawah kepala yang pada ikan dewasa umumnya memiliki area berwarna gelap atau kehitaman. Warna tubuhnya dapat bervariasi dan pada beberapa individu terlihat adanya pola atau bercak yang tidak beraturan.
Ukuran ikan nila dagu hitam dapat mencapai sekitar 28 sentimeter. Ikan ini dapat ditemukan di lingkungan air tawar, payau, maupun laut dan memiliki toleransi terhadap perubahan kadar garam yang cukup tinggi.
Dari Mana Asal Ikan Nila Dagu Hitam?
Ikan nila dagu hitam berasal dari Afrika Barat, terutama kawasan pesisir yang mencakup laguna, muara sungai, dan perairan payau. Data spesies mencatat wilayah alaminya membentang dari sekitar Mauritania hingga Kamerun, dengan sejumlah sumber mencatat persebaran lebih luas di Afrika Barat.
Kemampuan beradaptasi terhadap salinitas membuat ikan ini mampu hidup di berbagai lingkungan perairan. Karakter tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat blackchin tilapia dapat bertahan ketika diperkenalkan ke wilayah di luar habitat aslinya.
Spesies ini kemudian diperkenalkan ke sejumlah negara di luar Afrika, termasuk untuk kepentingan budidaya. Di beberapa wilayah, populasi yang terlepas atau berpindah ke perairan alami kemudian berkembang dan menjadi perhatian sebagai spesies nonasli.
Kenapa Ikan Nila Dagu Hitam Disebut Spesies Invasif?
Spesies invasif adalah organisme yang berada di luar wilayah asalnya dan mampu berkembang sehingga menimbulkan dampak terhadap lingkungan, spesies lokal, atau aktivitas manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








